oleh

Dokter Ungkap Efek yang Dirasakan Seminggu Usai Divaksin Covid

SULSELONLINE.COM – Sejumlah dokter mulai mengungkapkan apa yang ia rasakan seminggu setelah divaksin covid-19.

Presiden Joko Widodo menjadi penerima dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac pada Rabu (13/1/2021) dan kembali menerima vaksin dosis kedua pada Rabu (27/1/2021).

Kemudian disusul oleh para tenaga kesehatan di beberapa wilayah hingga saat ini.

Seminggu usai vaksinasi Covid-19, dokter mulai bercerita soal apa yang ia rasakan.

Dimana para dokter mulai mengungkap efek apa saja yang mereka rasakan setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk pertama kali.

Seperti pengakuan Muhammad Fajri Adda’I, salah satu dokter dan tim penanganan Covid-19 yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Ia mengatakan seminggu pasca vaksinasi Covid-19 dirinya tidak merasakan reaksi yang aneh.

“Biasa saja,” ujarnya seperti dilansir dari laman covid19.go.id, Rabu (20/1).

Fajri menyatakan masih ada yang meragukan dan mempertanyakan terkait vaksin Covid-19 dan KIPI atau efek sampingnya.

Ini wajar saja, karena vaksin Covid-19 adalah hal baru.

Inda Mutiara, Kepala Puskesmas Kramatjati mengungkapkan bahwa sejauh pengamatannya, lingkungan sekitarnya antusias dan tidak ada penolakan baik dari rekan tenaga Kesehatan (nakes) maupun masyarakat sekitar terhadap vaksin Covid-19.

Tidak adanya efek samping khusus pada fajri setelah divaksin Covid-19 juga dirasakan oleh Inda.

“Saya tidak merasakan reaksi yang tidak wajar. Tidak sakit saat disuntik dan sampai sekarang juga normal-normal saja,” Sebelumnya saya pikir akan terasa nyeri namun ternyata tidak terasa apa-apa,” katanya

Reaksi dan efek samping pasca suntik vaksin Covid-19 menurut Fajri bisa berbeda-beda pada tiap orang.

“Teman nakes lain ada yang mengalami demam, nyeri, lemas, ada yang jadi merasa lapar terus, hingga ngantuk. Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh,” katanya.

Kepada masyarakat luas, Fajri berpesan agar tidak usah mendengarkan hoaks tentang vaksin Covid-19 dan efek sampingnya.

“Saya melihat sendiri laporan terkait vaksin ini untuk mendapatkan kajian ilmiahnya. Dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) maupun yang dari Brazil menunjukkan bahwa relatif aman dengan KIPI di bawah 1 persen, rendah sekali. Kemudian dari pengalaman teman lain yang sudah disuntik juga aman,” paparnya.

Reaksi alergi relatif kecil, di bawah satu persen, kecil sekali bila dibandingkan dengan yang tidak terkena KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi.

Dikutip dari laman WHO, KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian imunisasi, dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin.

Gejala KIPI bisa berupa gejala ringan yang dirasakan tidak nyaman atau berupa kelainan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Jangan kita terlalu pusing dengan kemungkinan yang kecil ini. Petugas medis juga sudah paham bagaimana mengatasi KIPI ini.

Dalam proses vaksinasi, saya juga tadi dijelaskan terkait KIPI dan bagaimana meresponnya jika ada reaksi,” jelas Fajri.

Sebelum menerima suntikan vaksin Covid-19, Fajri secara khusus mengosongkan jadwal.

“Saya juga tidur cukup supaya reaksi imun yang terbentuk akan lebih bagus dan optimal. Kemudian untuk beberapa hari ke depan jangan terlalu capek, makan gizi seimbang, jangan begadang, jangan stres,” katanya.

Vaksin Covid-19 telah hadir untuk membantu upaya membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Satu hal yang juga perlu dipahami vaksinasi ini butuh proses untuk mencapai proteksi maksimal.

Serta ingat tetap patuhi protokol kesehatan, meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19.(alm)

 

 

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *