oleh

Joe Biden Larang Warga dari 36 Negara Masuk AS, Termasuk WNI?

SULSELONLINE.COM —  Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan berkunjung bagi warga luar AS.

Ini merupakan bagian dari aturan Presiden ke-46 AS, Joe Biden untuk menekan kasus virus corona di negaranya.

Wakil Diektur Utama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Anne Schuchat mengatakan tindakan ini untuk melindungi orang Amerika dan juga untuk mengurangi risiko penyebaran pandemi.

Total warga dari 36 negara dilarang masuk AS dengan Afrika Selatan (Afsel) sebagai negara terbaru.

“Kami menambahkan Afsel ke daftar terbatas karena varian yang mengkhawatirkan yang telah menyebar ke luar negeri itu,” ujarnya, melansir Reuters, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Varian Afsel, juga dikenal sebagai varian 501Y.V2, 50%. Ini lebih menular dan telah terdeteksi di setidaknya 20 negara.

Hingga kini, varian Afsel belum ditemukan di AS. Namun AS telah mendeteksi varian corona Inggris yang 70% lebih menular dan varian Brasil.

Mengutip situs CDC, warga negara asing yang telah berada di salah satu negara di atas selama 14 hari terakhir juga tidak boleh memasuki AS.

Hanya warga negara dan penduduk tetap yang sah di AS, anggota keluarga tertentu dan individu lain yang memenuhi pengecualian tertentu yang akan diizinkan untuk masuk ke AS.

Negara tersebut yakni China, Iran, Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia dan Latvia.

Kemudian Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Monako dan  San Marino.

Selanjutnya Vatikan, Inggris (termasuk Wales), Skotlandia, Republik Irlandia, Brazil dan Afrika Selatan.

Hingga kini belum ada Indonesia. Namun CDC mengatakan jumlah negara bisa saja bertambah.

Sementara itu, Kepala direktur CDC Rochelle Walensky juga akan menandatangani aturan yang mewajibkan penggunaan masker transportasi umum. Termasuk pesawat, feri, kereta api, kereta bawah tanah, bus, taksi, dan kendaraan angkutan untuk semua pelancong berusia dua tahun dan lebih tua.

Persyaratan baru tersebut akan berlaku dalam beberapa hari mendatang. Masker hanya dapat dilepas untuk waktu singkat yakni untuk makan atau minum.

Aturan CDC baru mulai berlaku Selasa kemarin.

Para pelancong juga diwajibkan menunjukkan tes virus corona (Covid-19) negatif dalam tiga hari kalender perjalanan atau bukti pulih dari Covid-19.

CDC tidak akan memberikan keringanan sementara kepada maskapai penerbangan untuk membebaskan beberapa pelancong dari negara-negara dengan kapasitas pengujian terbatas.

Sebelumnya hal ini banyak diminta maskapai penerbangan AS pekan lalu.

Tetapi pejabat CDC mengatakan mereka akan mempertimbangkan pengecualian kemanusiaan kasus per kasus untuk beberapa pelancong jika diperlukan. Pejabat CDC mencatat 120 negara saat ini memiliki persyaratan pengujian Covid-19 wajib untuk perjalanan internasional.

Perintah CDC mengatakan para pelancong harus melakukan karantina sendiri selama tujuh hari setelah kembali ke AS. Mereka juga harus mempertimbangkan untuk mendapatkan tes Covid baru dalam tiga hingga lima hari setelah kembali ke AS.

“Dengan pandemi yang memburuk dan varian yang lebih menular ini muncul, ini bukan saatnya untuk mencabut pembatasan perjalanan internasional,” tambahnya.

AS kini berada di posisi pertama dengan kasus positif corona terbanyak di dunia. Menurut data Worldometers, AS memiliki lebih dari 25,6 juta kasus positif, dengan lebih dari 429 ribu kasus kematian, dan 15,4 juta orang berhasil sembuh. (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *