oleh

Ozil Didukung Menlu AS Dikecam Pemerintah China Karena Bela Muslim Uighur

SULSELONLINE.COM — Muslim Uighur di China mendapat pembelaan dari pesepak bola Mesut Ozil. Sejak kasus kemanusiaan yang berhubungan dengan muslim Uighur membuat banyak muslim di berbagai dunia ingin membela.

Punggawa Arsenal ini mendapat dukungan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, terkait aksinya yang membela Muslim Uighur. Dukungan ini disampaikan Pompeo lewat sebuah cuitan di akun Twitter pribadinya, @SecPompeo.

Belum lama ini, Ozil memang mengutarakan kecaman terhadap aksi kekerasan yang terjadi terhadap masyarakat Muslim Uighur di China. Dalam sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya, Ozil meminta masyarakat Muslim dunia untuk tak diam menyaksikan sikap keji tersebut.

“Alquran dibakar, masjid-masjid ditutup, sekolah-sekolah muslim dilarang, cendekiawan dibunuh satu per satu, banyak orang dikirim ke kamp-kamp. Masyarakat muslim diam. Suara mereka tidak terdengar,” cuit Ozil di akun Instagram pribadinya, @m10_official.

View this post on Instagram

#HayırlıCumalarDoğuTürkistan 🤲🏻

A post shared by Mesut Özil (@m10_official) on

Pro dan kontra tentu saja mewarnai aksi yang dilakukan Ozil. Dukungan didapat gelandang asal Jerman itu dari salah satu tokoh penting di Negeri Paman Sam –julukan Amerika Serikat. Pompeo mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi tidak akan pernah bisa disembunyikan.

Namun, cuitan Ozil mendapat kecaman dari pemerintah dan netizen China. Pemerintah China kecewa pada Ozil yang dibutakan oleh beberapa berita palsu setelah dukungan pada Muslim Uighur.

Pemerintah China telah mengundang Ozil untuk mengunjungi Xinjiang untuk membedakan benar dan salah, setelah gelandang Arsenal itu memposting pesan-pesan media sosial untuk mendukung minoritas Muslim Uighur di negara itu.

Menurut Pemerintah China, Ozil seorang Muslim yang telah dibutakan oleh beberapa berita palsu dan dipengaruhi oleh beberapa kata-kata palsu.

Seperti dikutip dari situs berita CNN, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, Ozil tidak tahu situasi sebenarnya di wilayah tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa selama dua setengah tahun terakhir, China telah menahan hingga 2 juta warga Uyghur, minoritas etnik yang mayoritas Muslim, yang dilakukan sebagian orang digambarkan sebagai kamp-kamp interniran.

“Ozil tidak tahu bahwa pemerintah Tiongkok melindungi warga Tiongkok, termasuk kebebasan beragama orang Uighur, sesuai dengan hukum,” kata Shuang dalam jumpa pers harian, Senin (16/12/2019) lalu.

Pemprov Sulsel     Bapenda Sulsel     DPRD Kota Makassar     Pemkab Maros

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *