oleh

Dosen Politik UI Sebut JK Lebih Hebat dari Soekarno dan Soeharto

SULSELONLINE.COM — Ketokohan Jusuf Kalla (JK) sudah melampaui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto.

Bahkan, berdasarkan kajian struktur dan strata politik, posisi JK saat ini sudah melampaui Soekarno dan Soeharto. Mengapa?

Dosen Politik Universitas Indonesia, Dr Mulyadi Opu Andi Tadampali, mengatakan, JK satu-satunya tokoh Indonesia yang masuk dalam strata elite pengaruh di dunia saat ini.

“Pak Jusuf Kalla sudah lolos dari elite penguasa dan sudah memasuki elite pengaruh. Tidak sembarang tokoh yang bisa memasuki posisi elite pengaruh,” ujarnya.

Menurut alumnus Fisipol Unhas itu, dalam lapisan kelas elite, dikenal empat strata. Lapisan terbawah disebut elite penghubung. Kemudian elite antara, lalu elite tandingan, kemudian elite penguasa, dan elite pengaruh.

“Tidak semua elite penguasa bisa naik kelas ke elite pengaruh, seperti posisi JK saat ini. Banyak elite penguasa tak mampu naik ke kelas elite pengaruh. Soekarno, Soharto, Gus Dur malah gagal jadi elite penguasa,” jelasnya.

Dia menyebut, JK pernah melaksanakan rangkaian pertemuan dengan tokoh dunia, seperti bertemu Paus Fransiskus di Vatikan pada 23 Oktober 2020. Esoknya, JK pimpinan Liga Dunia Islam di Riyadh Arab Saudi. JK juga melaksanakan umrah di masa Covid-19.

Menurut Dr Mulyadi Opu Andi Tadampali, JK bertemu Paus Fransiskus di Vatikan menunjukkan kelas JK di kancah internasional.

“Pak JK sudah memasuki posisi elite pengaruh, tinggal butuh kesabaran sedikit lagi agar Pak JK bertahta di elite pengaruh,” katanya.

Tidak ada elite politik di Indonesia saat ini sekaliber Jusuf Kalla.

“Megawati Soekarnoputri pernah di kelas elite penguasa, lalu mau jadi elite penguasa lagi tapi gagal. Jadi Mega sekarang turun kelas jadi elite tandingan, setara dengan Prabowo Subianto yang gagal naik kelas ke elite penguasa,” tambahnya.

Sedangkan SBY, sudah berhasil bertahan di kelas elite penguasa tapi belum bisa naik kelas ke elite pengaruh.

“Di Indonesia ini sepertinya hanya JK yang bisa tembus ke elite pengaruh. Untuk menjadi elite penguasa, harus melewati dan berhasil di lapisan elite di bawahnya,” paparnya.

SBY susah naik ke elite pengaruh. Kenapa?

“Karena SBY masih terlihat vulgar berhadapan di depan publik. Elite pengaruh lebih banyak di balik layar,” ungkapnya.

Lalu mengapa bukan Habibie?

“Pak Habibie gagal di elite penguasa. Pak Habibie kan dijatuhkan, meski sebenarnya beliau memang tidak berminat lagi lanjut. Tapi faktanya beliau dijatuhkan,” katanya.

Mengapa Habibie dijatuhkan? Karena Habibie tidak mampu mengubah ketidakpuasan menjadi kepuasan.

“Elite pengaruh harus mampu mengubah ketidakpuasan menjadi kepuasan. Habibie gagal mengubah ketidakpuasan itu sehingga jatuh ke elite penguasa. Kelompok yang tidak puas leluasa menghadang dia. JK pernah dirongrong, tapi susah bahkan tidak pernah ada yang bisa menjatuhkannya,” tambahnya, seperti dikutip dari tribun-timur.com. Sabtu (27/3/2021). (*)

Pemprov Sulsel     Bapenda Sulsel     DPRD Kota Makassar     Pemkab Maros

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *