oleh

Selama Ramadhan Jam Kerja PNS Sulsel Pukul 08.00 – 15.00

SULSELONLINE.COM – Ramadhan sebentar lagi. Diperkirakan 1 Ramadhan jatuh pada 13 April 2021.

Selama Ramadhan jam kerja PNS di Sulsel dipangkas.

Selama Ramadhan jam kerja PNS di Sulsel mulai pukul 08.00-15.00. Ini berlaku pada hari Senin-Kamis.

Sedangkan pada hari Jumat, PNS pulang pada pukul 15.30.

Hal ini diatur dalam surat edaran tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1442 Hijriah Bagi Pegawai ASN/PNS Provinsi Sulsel yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat tertanggal 1 April 2021.

Jam kerja ini berlaku untuk semua instansi pemerintah di Sulsel.

Di Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo juga menetapkan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Ramadhan tahun ini dikurangi.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1442 Hijriah Bagi Pegawai ASN.

Ramadhan Sebentar Lagi, Ini Rukun Puasa yang Perlu Diketahui

Jika pada hari biasa, jam kerja ASN dalam satu hari kurang lebih 7,5 jam dengan total 37,5 jam per pekan. Dengan ketentuan, Senin-Kamis dari 07.30 WIB sampai 16.00 WIB dengan waktu istirahat satu jam, lalu Jumat dimulai 07.30 WIB sampai 16.30 WIB dengan waktu istirahat satu setengah jam.

Untuk instansi yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja pada hari Senin-Kamis mulai Pukul 08.00-15.00 dengan waktu istirahat hanya setengah jam yakni pukul 12.00-12.30.

Lalu jam kerja pada hari Jumat mulai pukul 08.00-15.30. Sedangkan waktu istirahat selama satu jam yakni pukul 11.30-12.30

Sedangkan Instansi Pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, jam kerja hari Senin-Kamis, dan Sabtu mulai pukul 08.00-14.00.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 13 April 2021

Sedangkan waktu istirahat hanya setengah jam yakni pukul 12.00-12.30. Kemudian di hari Jumat mulai dari jam 08.00 sampai 14.30 dengan waktu istirahat selama satu jam yakni pukul 11.30-12.30.

“Jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat maupun daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama Ramadhan minimal 32,5 jam per pekan,” demikian tertulis dalam edaran yang dibagikan Menpan-RB, Jumat (9/4).

Melalui SE tersebut, Tjahjo juga meminta pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) dan/atau di rumah (work from home) dengan mempertimbangkan data zonasi risiko dari Satgas Penanganan Covid-19. Ketentuan ini merujuk pada Surat Edaran Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem kerja PNS dalam tatanan normal baru yang diubah dalam SE 67/2020.

Tjahjo juga mengingatkan, dalam penerapan jam kerja selama bulan Ramadhan 1442 H, PPK harus memastikan tercapainya kinerja pemerintahan dan tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik di instansinya masing-masing.

“PPK juga harus menetapkan keputusan pelaksanaan jam kerja di bulan Ramadhan 1442 H dan menyampaikan penetapan keputusan tersebut kepada Menpan-RB,” katanya.(al)

Jelang Ramadhan Plt Gubernur Sulsel Minta Penceramah, Imam Masjid, Hingga Marbot Divaksin

Pemprov Sulsel     Bapenda Sulsel     DPRD Kota Makassar     Pemkab Maros

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *