SULSELONLINE.COM, MAROS — Kebakaran lahan kering kembali terjadi di sekitar landas pacu atau runway Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros. Kebakaran terjadi di kawasan Runway 21 di Dusun Bugis Desa Tenrigangkae Kecamatan Mandai, pada Senin, (28/9/2026).
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Humas Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 13.40 Wita. Satu unit armada Damkarmat Maros kemudian diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa enam personel.
“Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 14.11 Wita dan langsung melakukan pemadaman,” ucapnya.
Petugas kemudian melakukan penyiraman, pemadaman hingga proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali. Proses penanganan berlangsung sekitar 28 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 14.41 Wita.
“Yang terbakar merupakan lahan kering dengan luas kurang lebih dua hektare. Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini masih belum diketahui,” jelasnya.
Kebakaran lahan di kawasan sekitar landas pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebelumnya beberapa kali terjadi di September ini, terutama saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
“Ini kali ketiga lahan dekat pagar runway terbakar, meski berada di titik lokasi berbeda namun semua lahan berada di Dusun Bugis,” ungkapnya.
Kebakaran lahan di dekat landas pacu Bandara Sultan Hasanuddin dinilai sangat berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas penerbangan. Asap hitam yang membumbung tebal dapat menghalangi jarak pandang pilot saat proses lepas landas maupun pendaratan, serta mengganggu pemantauan petugas Air Traffic Control (ATC) di menara kontrol.
Selain itu, partikel abu dan asap juga berpotensi terhisap ke dalam mesin pesawat dan dapat merusak komponen mesin.
“Karena itu, saat menerima laporan kejadian kebakaran lahan di area Bandara, kami bergerak cepat melakukan pemadaman agar penerbangan tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar area Bandara Sultan Hasanuddin, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah, rumput kering, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Cuaca panas dan angin kencang saat ini sangat memicu api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Kebakaran sekecil apapun di dekat landas pacu dapat menimbulkan asap tebal yang sangat mengganggu jarak pandang pilot dan membahayakan keselamatan penerbangan.
Masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center Damkarmat Maros jika melihat adanya titik api di sekitar pemukimaaupun area bandara. (**)

Tinggalkan Balasan