Target itu diharapkan terealisasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Tahap awal transformasi melalui gerakan penghijauan dengan menanam ratusan pohon di kawasan TPA Antang, Senin (5/10/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan penghijauan menjadi bagian dari transformasi kawasan TPA yang selama ini identik dengan tumpukan sampah.
“Ini kita maksimalkan bisa tiga sampai empat tahun akan mulai kelihatan hasilnya,” kata Munafri usai penanaman pohon di TPA Tamangapa bersama jajaran Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Menurutnya, kondisi TPA Antang saat ini masih terlihat sangat kering, terlebih Makassar tengah menghadapi musim kemarau.
Karena itu, Pemkot membuka ruang penghijauan di kawasan tersebut.
Baca juga: Oikos Earth Lihat Peluang Baru di TPA Tamangapa: Carbon Credit hingga Bio-CNG
Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu berharap penanaman pohon tidak hanya dilakukan dengan tanaman pelindung atau pohon buah yang umum ditemui.
Ia meminta DLH mencari sejumlah pohon endemik yang mulai jarang ditemukan di Sulawesi Selatan untuk ditanam.
Keberadaan pohon-pohon tersebut nantinya tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan TPA, tetapi juga membentuk ekosistem baru.
Munafri ingin kawasan TPA Antang tidak sekadar menjadi hamparan tempat pembuangan residu, tetapi memiliki fungsi ekologis yang lebih besar.
“Bukan hanya pohon buah, tapi juga beberapa pohon pelindung,” katanya.
Pemkot juga membuka kesempatan bagi institusi maupun perusahaan untuk ikut melakukan penghijauan di kawasan tersebut.
Namun, Munafri menekankan penanaman harus dilakukan secara terencana agar tidak membuat kawasan menjadi terlalu padat.
Ia ingin kawasan TPA Antang nantinya memiliki wajah berbeda.
Masyarakat tidak hanya datang untuk melihat proses pengelolaan sampah, tetapi juga menikmati kawasan hijau yang terbentuk di dalamnya.
Target tersebut berjalan beriringan dengan transformasi sistem pengelolaan TPA Antang dari pola lama menuju controlled landfill atau sanitary landfill.
Munafri mengatakan sampah yang masuk ke TPA secara bertahap diarahkan hanya berupa residu.
Sementara sampah yang masih memiliki nilai manfaat didorong untuk dikelola sejak dari rumah.
Dalam proses penghijauan, kawasan sekitar TPA juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini akan menjadi sebuah kawasan konservasi baru untuk memastikan kawasan yang kurang lebih terdiri dari 21 hektare ini akan menjadi salah satu hutan kota di Makassar,” jelas Munafri.
Tanam 285 Pohon
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar menanam 285 bibit pohon di kawasan TPA Antang, Makassar, Senin (5/10/2026).
Hadir di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Melinda Aksa, Kepala Balai Besar Karantina Sulsel Sitti Chadidjah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zuhaelsi Zubir.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Aulia Arsyad, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Ferdy Mochtar, dan Plt Camat Manggala Rahmat.
Penanaman pohon merupakan bagian dari peringatan Hari Karantina Indonesia ke-149 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Kegiatan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan kawasan TPA yang sedang bertransformasi.
Jenis pohon yang ditanam cukup beragam.
Mulai dari tanaman peneduh hingga tanaman buah yang diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bibit pohon terdiri atas 100 tabebuya, 50 salam, 25 sirsak, 25 jeruk nipis, 25 trembesi, serta masing-masing 10 bibit nangka, rambutan, mangga, sukun, sawo, dan kelengkeng.
Sitti Chadidjah mengatakan tugas karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan komoditas di pintu masuk dan keluar wilayah.
Karantina juga bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian sumber daya hayati dan lingkungan.
Karena itu, penanaman pohon dipilih sebagai salah satu kegiatan yang sejalan dengan tugas tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan