MAKASSAR — Peta politik Sulawesi Selatan kembali bergolak. Hanya dalam kurun waktu sepekan, konstelasi kekuasaan di Kota Angin Mamiri bergeser tajam setelah Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, resmi menanggalkan baju beringin Partai Golkar dan mengenakan jaket biru Partai Demokrat. Di saat bersamaan, sang Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, mulai memberi sinyal kuat bakal berlabuh ke Golkar.
Langkah manuver Appi ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah, dalam agenda pendidikan politik di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). Pemasangan jaket dan pin Demokrat oleh Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat, Agustinus Tamo Mbapa, menjadi pemungkas kepindahan sang kepala daerah.
“Saya berterima kasih kepada Partai Demokrat yang telah menerima saya. Dulu saya pernah bergabung, dan dalam dua kali kontestasi Pilwalkot—baik saat kalah maupun menang—Demokrat selalu pasang badan menyokong saya,” ungkap Appi.

Rayuan Senyap dan Tikungan Cepat

Kepindahan Appi ter ter terbilang kilat. Hanya berselang lima hari sebelumnya, Sabtu (3/10/2026), Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng secara terbuka ‘merayu’ Appi di Hotel Novotel Makassar. “Wattunnami (sudah waktunya) Bung Appi bergabung,” celetuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu saat itu.
Dua hari pasca-rayuan tersebut, Senin (5/10/2026), Appi langsung menyambangi kediaman Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Meski demikian, mantan Ketua DPD II Golkar Makassar ini menepis rumor bahwa langkahnya bakal menyeret ‘gerbong’ loyalis beringin ke Demokrat.
“Ini perpindahan biasa. Saya baru membawa diri saya sendiri. Ini masalah pilihan; mau ikut silakan, mau tinggal silakan,” tegas Appi.

Panas Menjelang Musda Demokrat

Bergabungnya Appi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Sulsel pada 23 Oktober 2026 langsung memicu spekulasi panas. Nama Wali Kota Makassar itu digadang-gadang bakal menjadi penantang kuat sang petahana, Ni’matullah, untuk memperebutkan kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel.
Menanggapi bursa ketua DPD tersebut, Ni’matullah merespons dingin. Pria yang akrab disapa Ulla ini mengingatkan adanya regulasi internal bagi kader baru.
“Sebagai kader baru, tentu ada mekanisme DPP yang harus dilalui jika ingin maju. Saat ini saya masih mengantongi minimal 20 dukungan DPC yang solid,” seloroh Ulla optimistis.

Sinyal ‘Oper Gigi’ Sang Wakil Wali Kota

Di tengah manuver sang Wali Kota, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham justru berada di persimpangan berbeda. Mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu sebelumnya memutuskan hengkang per Mei 2026, menyusul suaminya, Ilham Arief Sirajuddin, yang kini menahkodai Golkar Sulsel.
Ditemui terpisah, Aliyah mengibaratkan posisi politiknya saat ini bak transmisi kendaraan yang berada di posisi netral usai melakukan perpindahan.
“Saya ini makmum dalam keluarga. Ibarat transmisi mobil, saya baru mundur dari ‘R’ dan sekarang masih di posisi ‘N’ (netral). Belum oper gigi,” tutur Aliyah berseloroh mengutip tribun-timur, Kamis (8/10/2026). Meski masih enggan berspekulasi, publik membaca sinyal kuat Aliyah bakal menyusul sang suami mengenakan almamater kuning Golkar.

Analisis Politik: Bukan Sekadar Tukar KTA

Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Survei Indonesia (JSI), Nursandy Syam, menilai kepindahan figur sekelas wali kota di ibu kota provinsi seperti Appi bukan sekadar perpindahan administrasi biasa. Ada daya tawar (bargaining position) besar yang ikut berpindah.
“Yang hilang dari Golkar bukan semata kartu anggota, melainkan jalur komunikasi, jaringan politik, dan posisi tawar figur kepala daerah. Bagi Demokrat, masuknya Appi adalah amunisi baru, namun tantangan sebenarnya adalah bagaimana mengonsolidasikan modal popularitas Appi menjadi elektabilitas riil partai,” papar Nursandy.
Dinamika bongkar-pasang kader elite ini diprediksi akan terus memanaskan tensi politik di Sulawesi Selatan menjelang perhelatan Musda Demokrat dan konsolidasi partai menuju agenda politik berikutnya.(*)