SULSELONLINE.COM, MAROS — Kebakaran hebat melanda permukiman warga Tenrimata Desa Bonto Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros, Selasa sore 13 Oktober 2026.

Sebanyak enam rumah ludes dilalap api dalam peristiwa yang berlokasi di tepi jalan poros Maros tersebut.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros mengerahkan 6 unit armada dan 44 personel untuk memadamkan kobaran api yang dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Kepala Dinas Damkarmat Maros, H. Jufri memimpin langsung penanganan kebakaran bersama jajaran pejabat dan personel pemadam kebakaran.

“Laporan kebakaran diterima Call Center Damkarmat Maros pada pukul 15.25 WITA. Hanya berselang dua menit, tepat pukul 15.27 WITA, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” ujarnya.

Tim tiba di tempat kejadian kebakaran pada pukul 15.35 WITA. Saat petugas tiba, api telah membesar dan melalap rumah warga di area permukiman seluas sekitar 50 x 40 meter.

Ia menyebut, kondisi di lapangan cukup menantang, angin kencang menyulitkan proses pemadaman dan meningkatkan risiko api merambat ke rumah lain yang berada di sekitarnya.

“Petugas terus berjibaku di tengah panas dan kepulan asap tebal hingga akhirnya api berhasil dikendalikan. Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, penanganan dinyatakan selesai pada pukul 17.10 WITA,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebanyak 6 armada dan 44 personel yang dikerahkan, selain dari Mako, juga dari Sektor Bontoa dan Bantimurung.

“Api bisa kami lokalisir agar tidak merambat lebih luas, meski selama penanganan kebakaran, armada damkar melakukan tiga kali perjalanan untuk mengisi ulang air,” jelasnya.

Seluruh bangunan yang terbakar merupakan rumah semipermanen yang digunakan sebagai tempat tinggal warga.

Enam rumah yang terbakar masing-masing milik Jhon Anwar, Muh. Rustam, Dedoh, Muh. Ali, Hajra, dan Rela. Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, total kerugian material akibat kebakaran tersebut belum diketahui. (**)