MAKASSAR — Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekda Sulsel) akan kosong mulai 1 Oktober 2026. Sekda Sulsel Jufri Rahman memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2026.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel masih memetakan sejumlah potensi untuk mengisi jabatan tersebut, terutama dari kalangan internal Pemprov Sulsel.

Menurut Andi Sudirman, Sekda merupakan jabatan strategis dalam pemerintahan daerah. Selain mendukung pelaksanaan pembangunan, Sekda memiliki peran penting dalam mengoordinasikan komunikasi antorganisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita tentu melihat dulu semua yang kita miliki. Sebenarnya saya berpikir bahwa Sekda adalah posisi sentral untuk pembangunan dan juga komunikasi untuk semua OPD,” kata Andi Sudirman.

Ia menegaskan, potensi dari internal Pemprov Sulsel akan terlebih dahulu dipertimbangkan dalam proses pengisian jabatan Sekda.

“Maka tentu kita melihat di internal kita dulu bagaimana kemudian potensi-potensi dulu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai nama yang telah disiapkan untuk mengisi posisi Penjabat (Pj) Sekda Sulsel, Andi Sudirman belum memberikan kepastian.

“Kita melihat dulu ya, karena kita kan harus. Nantilah kita melihat ini,” katanya.

Momen Terakhir Jufri sebagai Sekda

Di tengah persiapan pergantian Sekda Sulsel, Jufri Rahman telah menjalani salah satu agenda terakhirnya dalam kapasitas sebagai Sekda.

Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemprov Sulsel yang digelar Kamis (17/9/2026) menjadi momen terakhir Jufri mengikuti upacara tersebut sebagai Sekda sebelum memasuki masa purnabakti.

Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sulsel, Jufri menyampaikan pesan reflektif setelah hampir 40 tahun mengabdi sebagai birokrat.

Jufri mengatakan peringatan HKN kali ini memiliki makna berbeda baginya. Ia menyebut setiap perjalanan pengabdian memiliki waktunya masing-masing.

“Karena hari ini, di tempat yang sama, di hadapan orang-orang yang sama-sama, saya berdiri dengan kesadaran bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan menemukan kata selesai, dan setiap pengabdian pada waktunya akan sampai pada kata purna,” ujar Jufri.

Meski masa jabatannya segera berakhir, Jufri menegaskan berakhirnya jabatan tidak berarti berakhir pula pengabdiannya kepada daerah dan masyarakat.

“Yang berakhir itu adalah jabatan, bukan pengabdian. Yang selesai adalah masa kedinasan, bukan kecintaan kepada Sulawesi Selatan. Yang berubah adalah ruang pengabdian, bukan niat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Jufri mengawali karier sebagai birokrat pada 1986 dari golongan II/a. Hampir empat dekade menjalani karier di pemerintahan, ia mengaku berupaya memegang prinsip integritas, bekerja dengan ikhlas, dan berserah kepada Allah SWT.

Menurut Jufri, ASN pada dasarnya harus berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Birokrasi, kata dia, bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

“Karena itu, selama menjalankan amanah sebagai Sekretaris Daerah, bahkan dalam sepanjang karier, saya berusaha memegang satu prinsip, bahwa jabatan adalah amanah dan kita harus menganggap bahwa pengabdian adalah ibadah,” tuturnya.

Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam kesempatan tersebut, Jufri juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran ASN Pemprov Sulsel atas perjalanan panjangnya selama berada di pemerintahan.

Ia menyadari perjalanan pengabdiannya tidak pernah dijalani seorang diri.

“Perjalanan saya di pemerintahan ini saya sadar tidak pernah menjadi perjalanan seorang diri. Di belakang setiap kebijakan ada kerja keras banyak orang, di balik setiap keberhasilan ada tangan-tangan yang mungkin tidak terlihat, dan di balik setiap capaian ada kesabaran, pengorbanan, dan doa dari banyak orang,” katanya.

Jufri kemudian menyoroti peran ribuan ASN yang bekerja di balik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Di balik seorang Sekretaris Daerah ada ribuan ASN yang ikhlas setiap hari bekerja dalam senyap, menikmati sunyi bersama tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan, pelayanan tetap diberikan, dan masyarakat tetap mendapatkan haknya,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Jufri menyampaikan terima kasih kepada jajaran ASN Pemprov Sulsel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

“Izinkan saya menyampaikan satu kata yang sederhana tapi sungguh keluar dari hati. Satu kata itu adalah terima kasih. Terima kasih atas semua kebersamaan kita selama ini. Terima kasih atas loyalitas dan teman-teman yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya kepada Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(*)