GOWA – Kabupaten Gowa sempat dibuat resah akibat tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir. Namun, persoalan tersebut mulai terurai setelah berbagai unsur lintas sektor turun tangan melakukan pembersihan secara bersama-sama.
Penanganan sementara dilakukan di sejumlah titik di wilayah Sungguminasa, Selasa (22/9/2026).
Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, personel Pemadam Kebakaran (Damkar), Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan, serta Kepala Pasar Minasa Maupa HM Zainuddin Dg Tompo.
Gerakan tersebut diperkuat armada pengangkut sampah dari sejumlah desa dan tambahan kendaraan yang dikerahkan pengusaha Hj Ria Effendi.
Hj Ria bahkan menurunkan 22 truk sampah dan satu alat berat jenis loader untuk membantu mengurai tumpukan sampah.
Tak hanya mengerahkan armada, Hj Ria juga menyiapkan lahan miliknya di Kecamatan Bajeng sebagai lokasi penampungan sementara sampah. Langkah itu dilakukan menyusul masih terkendalanya akses menuju TPA Caddika.
Sampah di Sejumlah Titik Berhasil Diangkut
Penanganan sampah dilakukan di bawah komando Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Kabupaten Gowa Firdaus Madjid.
Penyisiran dilakukan di sejumlah lokasi yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah.
Di antaranya Jalan Tun Abdul Razak, Jalan Masjid Raya, Jalan Andi Mallombassang, Jalan Wahidin Sudirohusodo di belakang RSUD Syekh Yusuf, Kompleks Pasar Minasa Maupa, hingga Jalan Poros Gowa-Takalar tepatnya di depan Terminal Cappa Bungaya.
Dengan dukungan personel, armada, dan alat berat, sampah di titik-titik tersebut berhasil diangkut sehingga kondisi sejumlah ruas jalan kembali bersih.
“Alhamdulillah, gerakan bersama dari lintas sektor ini membantu Pemda Gowa mengurai tumpukan sampah di semua titik,” ujar Firdaus.
Dua Persoalan Disebut Picu Penumpukan Sampah
Firdaus yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi akibat sejumlah persoalan.
Selain akses menuju TPA Caddika yang sempat ditutup, aktivitas pengangkutan sampah juga terganggu karena anggaran operasional armada belum cair.
Menurut Firdaus, kondisi tersebut berkaitan dengan keterlambatan penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa ke Badan Pengelola Keuangan Daerah.
Ia menyebut pejabat terkait di DLH, yakni Kepala DLH Gowa Azhari Aziz dan Kepala Bidang Persampahan, beberapa kali dihubungi tim Pemkab Gowa namun tidak mendapatkan respons.
“Sehingga Senin kemarin, kami mendatangi kantor DLH. Ternyata, kita temukan terlambatnya anggaran disebabkan pejabat di Dinas LH belum menyetor syarat pencairan anggaran,” beber Firdaus.
Anggaran BBM Mulai Dicairkan
Pelaksana Harian Kepala Badan Keuangan Daerah Gowa Abdul Rachman membenarkan persoalan tersebut.
Setelah penyebab keterlambatan diketahui, pemerintah daerah memastikan anggaran operasional pengangkutan sampah segera dicairkan.
“Hari ini (kemarin) sudah cair anggaran BBM-nya untuk tahap II, tagihan 16-31 Agustus 2026. Sisa ditunggu lagi tagihan tanggal 1-15 September 2026,” kata Abdul Rachman.
Dengan pencairan anggaran tersebut, operasional armada pengangkut sampah diharapkan dapat kembali berjalan normal dan mencegah penumpukan sampah terulang.
Relawan dan Pengusaha Dapat Apresiasi
Gerakan bersama berbagai unsur dalam menangani persoalan sampah di Gowa mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.
Aktivis senior Gowa, Sugianto Pattanegara, mengatakan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Apresiasi yang luar biasa bagi unsur yang terlibat dalam membersihkan sampah ini. Mereka bintang lapangan kebersihan di Kabupaten Gowa,” tandas Anto, sapaan akrab Sugianto Pattanegara.(*)

Tinggalkan Balasan