MAROS — Bupati Maros HAS Chaidir Syam. pekan lalu, melakukan kunjungan ke kawasan tambak garam di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung potensi pengembangan usaha masyarakat melalui pemanfaatan tambak yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk budidaya perikanan.

Di tengah musim kemarau, kondisi air tambak di wilayah tersebut memiliki tingkat salinitas yang tinggi. Kondisi ini membuat budidaya ikan menjadi lebih sulit, namun justru dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang untuk memproduksi garam krosok.

Warga dari Desa Ampekale, Tuppabiring, dan Bonto Bahari kini mengembangkan produksi garam dengan pendampingan dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pemanfaatan tambak untuk produksi garam tersebut menjadi salah satu bentuk diversifikasi usaha masyarakat pesisir. Ketika kondisi air kurang mendukung untuk pertumbuhan ikan, tambak dapat dialihkan sementara untuk menghasilkan komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi.

Produksi garam masyarakat di kawasan tersebut kini dilaporkan mencapai sekitar 100 ton per bulan, dengan omzet yang disebut menembus Rp100 juta per bulan.

Garam krosok yang dihasilkan juga memiliki beragam manfaat. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan pengeringan ikan, garam juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pakan ternak hingga pupuk, tergantung pengolahan dan standar penggunaannya.

Kunjungan Bupati Maros menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap inovasi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi pesisir. Pemanfaatan tambak secara adaptif tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang sebelumnya menjadi kendala bagi usaha perikanan dapat diubah menjadi peluang ekonomi baru.

Pengembangan produksi garam di Bontoa juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha berbasis potensi lokal.

Dengan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, pengembangan tambak garam diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi produktivitas, kualitas maupun pemasaran, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir Kabupaten Maros.(lim)