MAROS — Bupati Maros Chaidir Syam menyambut hangat kembali beroperasinya maskapai penerbangan TransNusa di Sulawesi Selatan. Kehadiran TransNusa ditandai dengan dibukanya kembali rute penerbangan langsung Makassar-Manado, yang dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Sulawesi.

Chaidir Syam mengapresiasi langkah TransNusa yang kembali memperluas jaringan penerbangannya di Sulawesi setelah sempat terdampak pandemi Covid-19. Sebelumnya, TransNusa telah melayani rute Makassar-Palu, dan kini menambah konektivitas dengan membuka rute Makassar-Manado.

Menurut Chaidir, keberadaan penerbangan langsung tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan antardaerah.

“Dengan penerbangan ini, dalam satu hari masyarakat bisa pergi pagi dan kembali sore dari Manado,” kata Chaidir.

Kehadiran rute baru tersebut tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang semakin berkembangnya aktivitas bisnis, perdagangan dan pariwisata antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa pembukaan kembali rute Makassar-Manado menjadi dorongan bagi pengembangan sektor pariwisata di kedua provinsi.

“Konektivitas tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di kedua provinsi, mulai dari kawasan wisata Bunaken di Manado Sulawesi Utara hingga destinasi wisata di Sulawesi Selatan,” kata Ruly Artha di Maros, Sulawesi Selatan, dikutip dari Antara, Senin (28/9/2026).

Menurut Ruly, semakin terbukanya konektivitas udara akan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menyusun perjalanan lintas daerah. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata, transportasi, kuliner, akomodasi dan usaha pendukung lainnya.

Kembalinya rute Makassar-Manado juga semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu simpul transportasi udara di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dari Makassar, masyarakat dan wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai daerah di Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur.

Direktur TransNusa Bayu Sutanto mengatakan pembukaan rute tersebut memberikan pilihan baru bagi masyarakat, termasuk pelaku bisnis, pekerja dan wisatawan yang membutuhkan akses perjalanan antara Makassar dan Manado.

“Mulai tanggal 10 Oktober, penerbangan Manado-Makassar diberikan dua kali sehari,” kata Bayu.

Dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari, TransNusa optimistis mobilitas antardaerah di Sulawesi akan semakin meningkat. Rute tersebut juga diharapkan dapat mendukung kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan, termasuk Taman Nasional Bunaken di Manado dan berbagai destinasi wisata di Sulawesi Selatan.

Bagi Sulawesi Selatan, peningkatan konektivitas udara juga menjadi peluang untuk memperkenalkan lebih luas potensi wisata daerah, sekaligus mendorong pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi. Sementara bagi masyarakat, tersedianya penerbangan langsung memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis antara Makassar dan Manado.(*)