MAKASSAR — Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. merupakan akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Guru Besar di bidang kebijakan publik. Ia menjadi salah satu bakal calon Rektor UNM untuk periode 2027–2031.
Perempuan kelahiran Pinrang, 10 Oktober 1969 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang administrasi publik, kebijakan publik, serta pengembangan akademik.
Perjalanan Pendidikan
Andi Aslinda menempuh pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Publik pada 1988.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi magister di Universitas Hasanuddin dan memperoleh gelar Magister Administrasi Pembangunan pada 2000.
Komitmennya terhadap pengembangan keilmuan kemudian dilanjutkan melalui pendidikan doktoral. Pada 2014, Andi Aslinda berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin.
Perjalanan akademiknya tersebut menjadi salah satu fondasi dalam kiprahnya sebagai dosen dan pengembang kebijakan akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Kiprah di Universitas Negeri Makassar
Saat ini, Prof. Andi Aslinda aktif sebagai dosen tetap Universitas Negeri Makassar. Dalam struktur pimpinan universitas, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.
Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan mutu akademik, termasuk tata kelola pendidikan tinggi dan penguatan sistem akademik universitas.
Selain menjalankan tugas sebagai pimpinan perguruan tinggi, Andi Aslinda juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi profesi.
Ia tercatat terlibat dalam Asosiasi Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (ADPK) Wilayah Sulawesi, Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI), serta Indonesian Association for Public Administration (IAPA).
Keterlibatan tersebut memperluas jejaring akademiknya sekaligus menjadi bagian dari aktivitasnya dalam pengembangan ilmu administrasi dan pendidikan tinggi.
Maju Bakal Calon Rektor UNM
Pada Senin, 28 September 2026, Prof. Andi Aslinda secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2027–2031.
Pendaftaran dilakukan di Lantai 14 Menara Phinisi UNM. Dalam proses tersebut, ia hadir dengan dukungan 21 anggota senat dan pendukung. Secara keseluruhan, ia menyebut telah mengantongi 26 dukungan.
Langkah tersebut menandai kesiapannya untuk ikut dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi di Universitas Negeri Makassar untuk periode mendatang.
Mengusung Tata Kelola dan Daya Saing
Dalam pencalonannya, Prof. Andi Aslinda membawa visi:
“Tata kelola yang kuat, akademik yang unggul, dan berdampak internasional.”
Visi tersebut menempatkan penguatan tata kelola dan kualitas akademik sebagai bagian penting dalam arah pengembangan UNM.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian dalam gagasannya antara lain penguatan mutu akademik, transformasi digital, peningkatan riset, penanganan isu kekerasan seksual (TPKS) secara maksimal, serta perluasan daya saing global.
Penguatan mutu akademik diarahkan untuk terus meningkatkan kualitas proses pendidikan dan layanan akademik. Sementara transformasi digital menjadi bagian dari upaya menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Di bidang penelitian, peningkatan kapasitas dan produktivitas riset menjadi salah satu agenda yang diusung. Pada saat yang sama, penanganan TPKS menjadi perhatian dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif.
Sementara itu, perluasan daya saing global diarahkan agar UNM semakin memiliki posisi dan dampak yang lebih luas dalam lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Rekam Jejak
Dengan latar belakang sebagai akademisi, Guru Besar kebijakan publik, dosen, serta pejabat struktural di lingkungan UNM, Prof. Andi Aslinda kini memasuki tahapan baru dalam perjalanan kariernya dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031.
Pencalonannya membawa sejumlah agenda yang menitikberatkan pada tata kelola universitas, mutu akademik, digitalisasi, riset, perlindungan warga kampus, dan penguatan jejaring internasional.
Proses pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031 selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan pengembangan Universitas Negeri Makassar untuk periode mendatang.(Lim)

Tinggalkan Balasan