SULSELONLINE.COM, MAROS – Petugas Animal Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros mengevakuasi seekor ular sanca batik sepanjang sekitar 4 meter.
Ular dengan bobot 10 Kg itu dievakuasi dari dalam sumur warga di Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros, Selasa (6/10/026)
Keberadaannya diketahui setelah warga melihat ular berada di dalam sumur dan kemudian melaporkannya kepada Damkar Maros.
Humas Damkarmat Maros, M. Ilham Halim, mengatakan, laporan diterima petugas sekitar pukul 09.53 Wita.
Damkar Maros kemudian mengerahkan delapan personel bersama satu unit armada ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu mengecek posisi ular.
Petugas menggunakan grab stick untuk mengangkat ular tersebut dari dalam sumur.
“Terlihat dari atas sumur, ularnya cukup besar dan dia berada hampir di dasar sumur. Setelah dilakukan evakuasi, kami mengambil ular menggunakan grab stick,” ujarnya.
Petugas menggunakan dua grab stick untuk menjepit tubuh ular.
Ular kemudian diangkat secara perlahan agar tidak terlepas atau menyerang petugas saat proses evakuasi.
“Evakuasi tidak berjalan mudah karena posisi ular cukup dalam dan kondisi di sekitar sumur licin,” jelasnya.
Petugas juga harus berhati-hati saat proses pengangkatan. Bahkan, sempat ada anggota yang nyaris terperosok ke dalam sumur.
Sumur tempat ular ditemukan memiliki diameter sekitar 1,5 meter. Jarak dari bibir sumur hingga permukaan air sekitar 3 meter, sementara kedalaman keseluruhan sumur mencapai sekitar 10 meter.
“Petugas membutuhkan waktu lebih dari 30 menit sampai ular berhasil diangkat ke permukaan,” tambahnya.
Ia menduga ular tersebut masuk ke dalam sumur karena mencari tempat yang lebih sejuk. Kondisi cuaca yang panas diduga membuat ular mencari tempat yang lebih adem.
Ia juga melihat bagian perut ular tampak membesar.
Kondisi itu diduga karena ular baru saja memangsa hewan sebelum masuk ke dalam sumur.
“Ada kemungkinan memang ini ularnya mencari tempat yang lebih adem, lebih sejuk. Karena terlihat di perutnya membesar, kemungkinan juga habis makan atau habis memangsa hewan di sekitarnya,” ungkapnya.
Meski begitu, petugas belum mendapat informasi dari warga mengenai adanya hewan ternak yang hilang di sekitar lokasi.
“Kita tidak dapat informasi dari warga soal hewan ternaknya yang hilang atau tidak kembali. Tetapi memang kemungkinan hewan-hewan liar atau mungkin hewan yang belum terdeteksi,” katanya.
Setelah berhasil diangkat, ular sanca batik dengan panjang sekitar 4 meter dan berat lebih dari 10 kilogram itu diamankan oleh petugas.
Kadis Damkar dan Penyelamatan Maros, H. Jufri, mengatakan ular tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA untuk langkah selanjutnya,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan