MAKASSAR — DPRD Kota Makassar meminta pembangunan Rumah Sakit (RS) Jumpandang Baru dipercepat. Proyek fasilitas kesehatan tersebut dinilai perlu segera dituntaskan agar dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga di wilayah utara Kota Makassar.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman Husain, setelah meninjau langsung progres pembangunan RS Jumpandang Baru bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Sabtu (19/9).

Fahrizal mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan salah satu proyek fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, progres pekerjaan perlu diawasi secara serius, baik dari sisi waktu penyelesaian maupun kualitas bangunan.

“Kita datang bersama Dinas Kesehatan untuk melihat langsung sejauh mana progres pembangunan Rumah Sakit Jumpandang Baru. Ini salah satu program yang harus kita kawal karena nantinya fasilitas ini akan digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Fahrizal.

Menurut dia, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinkes perlu memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Jika terdapat pekerjaan yang perlu dipercepat, langkah tersebut harus segera dilakukan agar target penyelesaian pada 2027 dapat tercapai.

Namun, Fahrizal mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan kualitas pekerjaan. Menurut dia, pembangunan rumah sakit membutuhkan standar pengerjaan yang ketat karena berkaitan dengan keselamatan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Kami minta Dinkes mengawal betul progres pengerjaan ini. Kalau memang ada pekerjaan yang harus dipercepat, tentu kita dorong supaya dikebut dan target penyelesaian bisa tercapai. Tetapi jangan sampai karena mengejar waktu, kualitas pekerjaan kemudian tidak diperhatikan. Kualitas dan keamanan bangunan tetap harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Legislator Fraksi PKB Makassar itu mengatakan DPRD akan terus memantau perkembangan pembangunan RS Jumpandang Baru. Pengawasan tersebut diperlukan agar proyek tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga dapat difungsikan sesuai tujuan pembangunan.

“Kita tentu berharap pembangunan ini berjalan sesuai target. Kalau ada kendala teknis di lapangan, harus segera dicarikan solusi. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan sejak awal kemudian menjadi hambatan terhadap penyelesaian proyek,” ujarnya.

Ia juga menilai koordinasi antara Dinkes dan pihak pelaksana menjadi faktor penting untuk menjaga progres pekerjaan. Setiap kendala yang muncul di lapangan diharapkan segera dikomunikasikan dan diselesaikan agar tidak menimbulkan keterlambatan.

Sementara itu, anggota DPRD Makassar Basdir turut meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan RS Jumpandang Baru memperkuat koordinasi dan pengawasan.

“Yang paling penting sekarang bagaimana semua pihak berkoordinasi dengan baik. Kalau ada kendala di lapangan, jangan dibiarkan berlarut-larut. Harus segera dibicarakan dan dicari solusinya, sehingga tidak mengganggu target waktu penyelesaian pembangunan,” kata Basdir.

Basdir berharap RS Jumpandang Baru dapat segera difungsikan setelah pembangunan rampung. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah utara Makassar.

“Harapan kita rumah sakit ini bisa selesai sesuai target dan setelah selesai segera dimanfaatkan masyarakat. Karena ini fasilitas publik, manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Dia menegaskan DPRD akan tetap mengawal pembangunan hingga seluruh tahapan pekerjaan selesai, termasuk memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan sebelum rumah sakit mulai beroperasi.

“Apalagi sudah ada usulan di perubahan ini, makanya kita mau Pemerintah Kota juga memastikan setiap tahapan pekerjaan tetap mengedepankan kualitas sehingga rumah sakit ini nantinya mampu menunjang pelayanan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.(*)