SULSELONLINE.COM, GOWA – Ratusan warga Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, antusias mengikuti tradisi Ammaccala Juku, Minggu (20/9/2026).

Tradisi menangkap ikan bersama tersebut berlangsung meriah sejak pagi. Laki-laki, perempuan hingga anak-anak turun langsung ke sebuah rawa yang dipenuhi berbagai jenis ikan air tawar, seperti nila, gabus, lele, dan gurame.

Dengan menggunakan alat tangkap tradisional, warga beramai-ramai menangkap ikan. Sebagian bahkan memilih menangkap ikan dengan tangan kosong.

Suasana semakin semarak ketika warga berhasil mendapatkan ikan. Hasil tangkapan kemudian dikumpulkan, dibakar, dan disantap bersama sebagai bagian dari tradisi yang sarat makna kebersamaan tersebut.

Tokoh pemuda Bontolangkasa Selatan, Muh Rusdi Daeng Tompo, mengatakan Ammaccala Juku merupakan tradisi yang telah diwariskan sejak 1960.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak sekadar kegiatan menangkap ikan, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus simbol kebersamaan masyarakat.

“Tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1960 silam. Selain bentuk kesyukuran atas anugerah kehidupan yang diberikan Sang Maha Kuasa, juga sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Desa Bontolangkasa,” kata Daeng Tompo di sela kegiatan.

Tokoh masyarakat Desa Bontolangkasa Selatan, Muh Ridwan Daeng Gading, mengatakan Ammaccala Juku awalnya hanya dilaksanakan sebagai tradisi warga. Seiring waktu, kegiatan tersebut kemudian menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Desa Bontolangkasa Selatan.

“Jadi setiap tahun tradisi Ammaccala Juku ini selalu rutin dilaksanakan dalam rangka merayakan ulang tahun Desa Bontolangkasa Selatan,” ujarnya.

Dihadiri Bupati Gowa

Pelaksanaan Ammaccala Juku tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Gowa, Hj Sitti Husniah Talenrang, bersama sejumlah pejabat Pemkab Gowa.

Di antaranya Plh Sekda Gowa Firdaus Madjid, Kepala BKKBN Gowa Sofyan Daud, Plh Inspektur Inspektorat Gowa Mardani Hamdan, Plh Kasatpol PP Gowa Agussalim, serta Plh BPKD Gowa Abd Rahman.

Sebelum menyaksikan tradisi tersebut, Bupati Gowa juga berbaur dengan warga mengikuti senam sehat sekaligus menyerahkan bantuan.

Bupati Talenrang mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi Ammaccala Juku. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang tetap mempertahankan tradisi tersebut.

“Saya baru pertama kali melihat dan menyaksikan langsung Ammaccala Juku ini. Luar biasa melihat kebersamaan warga. Mereka riang-gembira melaksanakan tradisi ini, dan hasilnya tentu saja dinikmati bersama-sama,” kata Talenrang.

Ia menilai nilai kebersamaan yang terkandung dalam Ammaccala Juku menjadi hal positif yang perlu dipertahankan.

Pemkab Gowa, kata dia, siap mendukung pelestarian tradisi tersebut agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Makna kebersamaan dari tradisi ini merupakan hal positif. Pemkab Gowa siap mensupport tradisi ini tetap dilestarikan,” pungkasnya.(*)