PAREPARE – Kabupaten Bone keluar sebagai juara Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 setelah menundukkan Kabupaten Sidrap melalui drama adu penalti pada laga final di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Senin (21/9/2026).

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim tampil agresif dan saling jual beli serangan. Bahkan, laga final tersebut diwarnai dua kartu merah yang masing-masing diterima pemain dari kedua kubu.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50.

Bone berhasil membuka keunggulan melalui skema serangan balik. Striker Laskar Arung Palakka, Zaenal Basri, melakukan solo run sebelum melepaskan tembakan yang berhasil menjebol gawang Sidrap.

Bone unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Sidrap meningkatkan tekanan. Anak-anak Sidrap terus menggempur pertahanan Bone dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-63.

Kesalahan kiper Bone dalam mengantisipasi bola dimanfaatkan pemain Sidrap. Bola langsung disambar dan bersarang di gawang Bone.

Skor berubah menjadi 1-1.

Pertandingan semakin panas memasuki menit-menit akhir. Kericuhan terjadi pada menit ke-80 setelah official Bone Beramal FC masuk ke lapangan dan menghampiri wasit untuk melancarkan protes.

Situasi tersebut bermula dari keputusan wasit menganulir gol Bone. Hakim garis mengangkat bendera tanda offside sehingga gol tersebut tidak disahkan.

Wasit kemudian memberikan tendangan bebas untuk Sidrap di area kotak penalti. Keputusan tersebut memicu protes dari sejumlah pemain Bone yang mengerumuni wasit.

Official Bone Beramal FC kemudian masuk ke tengah lapangan dan ikut memprotes keputusan tersebut. Situasi di pinggir lapangan sempat memanas setelah pihak Sidrap tidak menerima tindakan official Bone.

Pertandingan sempat terganggu akibat insiden tersebut. Setelah situasi berhasil dikendalikan, laga kembali dilanjutkan.

Kedua tim kemudian terus berusaha mencari gol kemenangan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-1.

Karena tidak ada pemenang dalam waktu normal, penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.

Dalam drama dari titik putih tersebut, Bone akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 atas Sidrap.

Bone pun berhak mengangkat trofi Piala Gubernur Sulsel 2026.

Peran Andi Abu Nawas

Di balik keberhasilan Bone meraih gelar juara, terdapat sosok juru taktik Andi Abu Nawas.

Pelatih kelahiran Bone tersebut mengaku bahagia setelah berhasil membawa daerah asalnya kembali meraih trofi Piala Gubernur.

Menurut Abu Nawas, gelar tersebut terasa istimewa karena Bone sudah cukup lama menantikan gelar juara.

“Gembira ya setelah hasil ini. Karena lama sekali Bone juara lagi, hampir dua dekade,” katanya kepada Tribun-Timur.com usai laga.

Abu Nawas mengakui persiapan tim menghadapi turnamen tidak maksimal. Sebagian besar pemain masih mengikuti kompetisi antarkampung (tarkam), sehingga sulit mengumpulkan seluruh pemain dalam satu sesi latihan.

“Sebenarnya ada kendala waktu persiapan, karena pemain-pemain ini kan banyak yang main tarkam. Jadi enggak ada ngumpul. Ya paling ngumpulnya setelah mau main baru ngumpul. Ya kita memaksimalkan di situ saja,” ungkapnya.

Untuk komposisi skuad, mayoritas pemain Bone berasal dari daerah lokal. Namun, panitia memberikan kesempatan kepada setiap tim untuk menggunakan pemain dari luar daerah.

Bone memanfaatkan kuota tersebut dengan mendatangkan tiga pemain dari luar daerah.

“Ada dari luar, kan kita diberi batas pemain asing (luar daerah) tiga. Jadi ada tiga pemain dari luar,” jelas Abu Nawas.

Abu Nawas sendiri bukan nama baru di dunia kepelatihan sepak bola Indonesia. Sebelum menangani Bone Beramal FC, ia pernah menduduki kursi kepelatihan sejumlah klub, di antaranya PS Talenta Banua Martapura, Barito Putera, dan Persenus Banjarmasin.

Kembalinya Abu Nawas ke Bone juga bukan hanya untuk menghadapi Piala Gubernur Sulsel 2026.

Ia diproyeksikan mempersiapkan tim Bone menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, terlebih Bone akan menjadi tuan rumah.

“Saya asli Bone, cuma saya banyak tinggal di Banjarmasin. Rencananya kami dipanggil untuk persiapan Bone sebagai tuan rumah Porprov, artinya kami yang menangani,” pungkasnya.(*)