MAKASSAR – PSM Makassar bergerak cepat membenahi lini depan menjelang putaran kedua Super League. Manajemen tim “Juku Eja” resmi mengamankan tanda tangan penyerang asal Serbia, Luka Cumic (25), untuk menjadi ujung tombak baru skuad asuhan Tomas Trucha.

Kepastian bergabungnya Luka Cumic terlihat di situs resmi operator kompetisi, ileague.id, pada Minggu (25/1/2026). Penyerang dengan nilai pasar sekitar Rp6,08 miliar ini akan mengenakan nomor punggung 99, warisan dari striker sebelumnya, Nermin Haljeta.

Kedatangan Luka Cumic diharapkan menjadi jawaban atas masalah produktivitas gol yang menghantui PSM Makassar. Hingga saat ini, Juku Eja baru mampu mengemas 21 gol dari 18 pertandingan. Statistik ini menempatkan PSM di urutan ke-11 dalam hal agresivitas gol, yang berimbas pada posisi mereka di peringkat 12 klasemen sementara dengan raihan 19 poin.

Luka Cumic diproyeksikan sebagai target man murni. Dengan postur menjulang setinggi 190 sentimeter, ia dikenal kuat dalam duel udara dan memiliki kecerdikan dalam penempatan posisi di kotak penalti. Karakteristik ini dinilai cocok untuk menyambut umpan-umpan silang maupun through pass dari lini tengah PSM.

Hadirnya Luka Cumic disambut optimisme tinggi oleh para pendukung setia. Sulyadi Abbas, anggota Komunitas VIP Utara (KVU), berharap Luka bisa menjadi pemecah kebuntuan dan tidak terbebani oleh sejarah striker asing PSM yang sulit tampil produktif dalam beberapa musim terakhir.

“Kami berharap Luka Cumic sesuai harapan dan bisa menjadi pemecah kebuntuan. Ia harus segera beradaptasi dan membangun chemistry dengan pemain lain agar karakter bermainnya bisa langsung menyatu dengan tim,” ujar Sulyadi, Minggu (25/1/2026).

Senada dengan itu, Abdul Salam, seorang pecinta PSM lainnya, berharap pemain asal Serbia ini mampu memutus “kutukan” striker tumpul di kubu Juku Eja. “Setiap musim striker silih berganti datang, tapi jarang ada yang benar-benar produktif. Semoga Luka Cumic mengakhiri penantian kami akan sosok striker haus gol,” ungkapnya.

Meski memiliki profil menjanjikan, tantangan terbesar Luka Cumic adalah adaptasi. Mengingat ini adalah pengalaman pertamanya merumput di atmosfer sepak bola Indonesia, ia dituntut untuk cepat berbaur dengan rekan setim dan memahami skema pelatih Tomas Trucha agar beban mencetak gol tidak hanya bertumpu pada Alex Tanque.

Kini, publik Makassar menantikan debut sang pemilik nomor 99 untuk membuktikan ketajamannya dan membawa PSM merangkak naik ke papan atas klasemen Super League. (*)