MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau penanganan korban kebakaran di Asrama TNI Mattoanging dan Pasar Pa’baeng-baeng, Rabu (2/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Munafri memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran terpenuhi. Ia juga mendorong percepatan pemulihan Pasar Pa’baeng-baeng agar pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya.

Di Asrama TNI Mattoanging, Munafri meninjau kondisi warga yang masih mengungsi akibat kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya.

Data terbaru Kodam XIV/Hasanuddin mencatat sebanyak 19 kepala keluarga (KK) terdampak. Sementara data awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat 35 unit rumah atau barak terdampak kebakaran.

Kebakaran terjadi Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.41 Wita. Api melanda kawasan rumah dinas TNI di Jalan Padjonga Daeng Ngalle hingga kawasan Jalan Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mamajang, Makassar.

Setelah meninjau lokasi pengungsian di Asrama TNI Mattoanging, Munafri melanjutkan kunjungan ke Pasar Pa’baeng-baeng yang terbakar pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.30 Wita.

Hasil pendataan di lapangan menunjukkan 37 petak usaha terdampak kebakaran. Rinciannya terdiri atas tujuh petak toko bagian depan, enam kios, dua los, dan 22 pelataran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Munafri mengatakan penanganan kebakaran di pasar memiliki karakter berbeda dibandingkan kawasan permukiman. Pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga pemulihan infrastruktur harus dilakukan secepat mungkin agar pedagang dapat kembali mencari nafkah.

“Sama halnya dengan yang di pasar, ini sangat berbeda karena ini tempat jualan, bukan tempat tinggal. Yang harus kita perbaiki secepatnya adalah infrastruktur los-los yang ada seperti atap yang kena api dan sebagainya,” ujar Munafri.

Pemkot Makassar menargetkan rehabilitasi los yang mengalami kerusakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan.

“Tadi saya sudah melihat, kira-kira dua sampai tiga minggu proses ini kita akan jalankan untuk memastikan los-los tempat jualan ini bisa dipergunakan kembali untuk para pedagang melakukan kegiatan usahanya,” katanya.

Pemulihan Pasar Pa’baeng-baeng tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan. Pemkot Makassar juga menyiapkan langkah untuk membantu pedagang yang kehilangan tempat usaha dan modal akibat kebakaran.

Munafri mengatakan pemerintah kota akan melakukan pendataan terhadap pedagang terdampak melalui lurah dan camat. Data tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk memfasilitasi pedagang mengakses pembiayaan melalui perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kita akan mempertemukan melalui Pak Lurah, Pak Camat, yang ada di sini untuk kami akses melalui proses permodalan tambahan. Melalui bank-bank yang sistem penyaluran KUR dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan permodalan diperlukan agar pedagang dapat kembali menjalankan usahanya setelah aktivitas perdagangan terhenti akibat kebakaran.

Kebakaran Pasar Pa’baeng-baeng juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Makassar. Munafri meminta Perumda Pasar Makassar Raya memeriksa seluruh perangkat penanggulangan kebakaran yang tersedia di pasar-pasar di Kota Makassar.

Ia menekankan pentingnya memastikan alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran tersedia serta dapat berfungsi ketika terjadi keadaan darurat.

“Mulai dari sekarang dicek seluruh pasar-pasar yang ada untuk keaktifan alat-alat untuk bisa memberikan pertolongan pertama ketika terjadi hal-hal yang seperti ini,” tegasnya.

Selain perangkat pemadam kebakaran, pemeriksaan instalasi listrik juga menjadi perhatian. Munafri mengingatkan pedagang agar tidak melakukan penyambungan listrik secara sembarangan yang berpotensi menimbulkan korsleting.

“Listriknya jangan asal colok, jangan disambung-sambung sembarangan. Pastikan instalasi listriknya aman supaya tidak mudah mengakibatkan korsleting,” pungkasnya.

Dua kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kota Makassar tersebut kini memasuki tahap pemulihan. Pemkot Makassar memastikan kebutuhan dasar warga terdampak di Asrama TNI Mattoanging tetap terpenuhi, sementara rehabilitasi Pasar Pa’baeng-baeng dipercepat agar pedagang dapat kembali berjualan.

Dengan target pengerjaan dua hingga tiga pekan, pemerintah berharap aktivitas ekonomi di pasar tersebut dapat kembali berjalan dan pedagang tidak terlalu lama kehilangan sumber penghasilan.(*)