MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mengoperasikan rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi setelah sempat terhenti akibat mahalnya tiket dan minim penumpang.

Bekerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, penerbangan kini tersedia tiga kali sepekan pulang-pergi. Program ini diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi di Kepulauan Selayar.

Sejumlah penumpang mengaku merasakan manfaat langsung, terutama saat arus mudik Lebaran. drg. Lilies Anggarwati Astuti misalnya, memanfaatkan penerbangan subsidi untuk mudik bersama keluarga.

“Iya, pas hari Lebaran, habis salat langsung terbang ke Selayar,” ujarnya. Ia menyebut frekuensi penerbangan yang rutin membuat mobilitas jauh lebih mudah.

Selain itu, ia menilai potensi wisata Selayar sangat besar. “Saya sempat ke Pantai Pinang untuk snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing. Kalau fasilitas dan akses jalan ditingkatkan, Selayar bisa jadi destinasi unggulan setelah Bali,” katanya.

Lilies juga menyoroti harga tiket yang kini jauh lebih terjangkau, sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan.

Hal serupa disampaikan Ahmad Hidayah. Ia mengatakan harga tiket yang sebelumnya mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta kini turun menjadi Rp300 ribu–Rp400 ribu. “Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk wisata maupun pekerjaan,” ujarnya.

Ia berharap frekuensi penerbangan dapat ditambah, termasuk peningkatan akses transportasi dari bandara ke pusat kota Benteng.

Fathia, penumpang lainnya, juga merasakan kemudahan serupa. “Sekarang lebih cepat dan murah. Perbedaannya jauh sekali dibanding sebelumnya,” katanya, seraya berharap program subsidi terus berlanjut.

Dari sisi operator, Station Representative Fly Jaya Air wilayah Makassar, Syarir, mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel terhadap program ini, termasuk untuk rute lain seperti Bone, Kendari, dan Balikpapan.

Kembalinya rute Makassar–Selayar melalui skema subsidi dinilai tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.(*)