Makassar – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam beberapa hari terakhir semakin panjang. Kondisi tersebut terjadi tidak hanya pada BBM jenis Solar, tetapi juga mulai meluas ke Pertalite.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi. Pertamina menyebut antrean yang terjadi dipengaruhi peningkatan permintaan dan kepanikan masyarakat atau panic buying.
Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan stok BBM hingga saat ini masih aman.
“Kalau untuk stok sendiri di kami sampai saat ini dalam kondisi yang aman dan mencukupi,” ujar Okky kepada detikSulsel, Kamis (10/9/2026).
Menurut Okky, masyarakat cenderung terpengaruh informasi yang beredar di media sosial mengenai kelangkaan BBM. Informasi tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong mengisi BBM di SPBU.
“Iya, yang kami lihat seperti itu (panic buying) karena banyak akun media sosial menyebut BBM langka. Masyarakat mungkin melihat di SPBU ini antre, kemudian berpikir nanti tidak kebagian, jadi mereka panik,” katanya.
Okky menjelaskan, kondisi tersebut dapat membuat stok di SPBU terlihat cepat habis meski Pertamina terus melakukan penyaluran.
“Kalau masyarakat panik, berapa pun yang akan kami stok di SPBU juga akan tetap kurang,” ujarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat yang biasanya membeli BBM senilai Rp100 ribu bisa meningkatkan pembelian menjadi Rp200 ribu hingga Rp300 ribu karena khawatir kehabisan.
“Kalau orang panik, yang tadinya mungkin Rp100 ribu cukup, kalau diisi Rp200-300 ribu juga tidak cukup. Karena semua orang panik, takutnya nanti kehabisan, jadi semuanya mengisi,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, Pertamina meningkatkan penyaluran BBM ke SPBU di Sulawesi Selatan.
Okky mengatakan distribusi BBM telah ditambah sekitar 15 persen dari penyaluran harian. Pertamina juga mengoptimalkan operasional SPBU untuk mengurai antrean.
“Untuk peningkatan pendistribusian, kami sudah sampai 15 persen untuk penyaluran harian. Kami sudah tambah 15 persen,” jelasnya.
Selain meningkatkan pasokan, sebanyak 25 SPBU di Makassar dioperasikan selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan.
“Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan ini bisa mengurai antrean dan juga bikin tenang di masyarakat,” katanya.
Pertamina juga memastikan proses distribusi ke SPBU terus dimaksimalkan. Penyaluran dilakukan sejak dini hari hingga malam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dari jam 4 pagi sampai jam 8 malam itu sudah maksimal banget untuk kami lakukan pendistribusian,” imbuh Okky.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan peningkatan permintaan BBM menjadi perhatian Pertamina.
Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran. Penyaluran Solar JBT ditingkatkan 14,6 persen, sedangkan Pertalite naik 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan.
“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.
Menurutnya, penyaluran BBM terus dipantau dan disesuaikan dengan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
Okky juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat akibat perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.
Menurut dia, sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM subsidi, seperti Pertalite dan Bio Solar.
Di sisi lain, Pertamina juga menyesalkan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari keuntungan pribadi.
“Nah, di satu sisi ada bagian yang mungkin memanfaatkan kondisi harga yang tinggi untuk mencari keuntungan pribadi. Nah, ini yang kami sesalkan sebenarnya. Karena di satu sisi yang membutuhkannya juga banyak, di satu sisi mereka juga mengambil keuntungan tersebut,” bebernya.
Antrean kendaraan untuk mengisi BBM diketahui terjadi hampir di seluruh SPBU di Makassar dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya antrean lebih banyak terjadi pada BBM jenis Solar, kini antrean juga mulai terjadi pada Pertalite.
Antrean panjang bahkan dilaporkan terjadi hingga dini hari. Pertamina mengimbau masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan panic buying karena stok serta distribusi BBM disebut masih dalam kondisi aman.(*)

Tinggalkan Balasan