MAKASSAR – Pembangunan Stadion Untia, Makassar, memasuki tahap masa sanggah setelah proses tender menetapkan PT Sinar Cerah Sempurna sebagai pemenang. Proyek tersebut selanjutnya akan memasuki tahap penetapan kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, perusahaan pemenang tender telah membawa maket stadion sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan sekaligus menunjukkan keseriusan dalam mengikuti proses pengadaan.
“Pemenang ini membawa maket ke kita untuk memperlihatkan bahwa seperti inilah. Dengan persyaratan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam proses tender itu, akhirnya ada satu perusahaan yang benar-benar mengikuti aturan-aturan yang dibuat dan membawa maket. Akhirnya keluarlah satu pemenang tender yang ada di Stadion Untia ini,” ujar Munafri, Selasa (29/9/2026).
Lantas, kapan pembangunan Stadion Untia dimulai?
Berdasarkan tahapan yang disampaikan Pemkot Makassar, pekerjaan awal berupa penimbunan lahan ditargetkan mulai dikerjakan setelah proses tender dan penetapan kontrak selesai. Tahap penimbunan tersebut ditargetkan rampung pada Januari 2027.
Setelah penimbunan lahan selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi fisik stadion. Dengan demikian, pekerjaan fisik utama stadion diproyeksikan berjalan setelah tahapan persiapan lahan tersebut.
Munafri meminta proses pekerjaan dilakukan secara optimal, terutama karena penimbunan lahan harus dikebut agar tidak terkendala kondisi cuaca dan musim penghujan.
“Saya pikir sudah tidak ada lagi lah. Tinggal nanti kita mau panggil dulu ini untuk memastikan, melihat seperti apa pola kerja apa yang akan dilakukan oleh pemenang tender ini. Sehingga dibutuhkan effort yang luar biasa, dan apalagi dalam proses penimbunan ini saya takut jangan sampai bekerja berkejar-kejaran dengan musim penghujan,” katanya.
Stadion Untia nantinya dirancang memiliki kapasitas sekitar 15.000 penonton dengan kemungkinan bertambah menjadi 16.000 kursi. Penambahan kapasitas tersebut mempertimbangkan kebutuhan ruang bagi tamu undangan dan pejabat resmi.
Stadion juga akan menggunakan sistem single seat untuk meningkatkan kenyamanan penonton. Berbeda dengan stadion yang dilengkapi lintasan atletik, Stadion Untia dirancang tanpa lintasan tersebut karena difokuskan untuk pertandingan sepak bola.
Sementara itu, fasilitas parkir akan dikembangkan secara bertahap. Pemkot Makassar terlebih dahulu memastikan penimbunan lahan sesuai dengan luasan stadion yang akan dibangun.
“Itu nanti menjadi tambahan setelah itu. Nah, yang jelas kita pastikan dulu penimbunan sesuai dengan luasan dari stadion yang akan dibangun. Nah, setelah itu ya ada proses penganggaran dan pengembangannya lagi ke depan, apa lagi yang akan kita bangun di sana. Dan itu sudah ada proses perencanaan yang kita lakukan, seperti itu,” jelas Munafri.
Proyek Stadion Untia menggunakan skema tahun jamak atau multiyears dengan nilai sekitar Rp350 miliar. Anggaran akan dicairkan secara bertahap menyesuaikan progres pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar per Selasa (29/9/2026), tender pekerjaan konstruksi terintegrasi tersebut dimenangkan PT Sinar Cerah Sempurna, perusahaan yang beralamat di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Paket pekerjaan tersebut tercatat sebagai Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga – Pembangunan Stadion Untia (Tahun Jamak/Proyek Strategis) dan berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.
Dalam proses tender, PT Sinar Cerah Sempurna mengajukan penawaran sebesar Rp334.208.700.285,26. Nilai tersebut kemudian tercatat sebagai harga terkoreksi setelah proses evaluasi pengadaan.
Pemenang tender ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi Pokja yang mencakup aspek administrasi, kemampuan finansial, serta pengalaman perusahaan dalam mengerjakan proyek. Munafri menegaskan Pemkot Makassar mengikuti hasil penilaian Pokja dalam proses tersebut.
Sementara itu, peserta tender dari perusahaan pelat merah dinyatakan gugur dalam proses seleksi.
Dengan masih berlangsungnya masa sanggah, pembangunan Stadion Untia belum masuk ke tahap konstruksi fisik utama. Setelah masa sanggah dan penetapan kontrak rampung, pekerjaan awal akan difokuskan pada penimbunan lahan yang ditargetkan selesai Januari 2027, sebelum pembangunan stadion dilanjutkan.(*)

Tinggalkan Balasan