SULSELONLINE.COM — PSM Makassar kedinginan di pucuk klasemen Liga 1 Indonesia.
Agar bisa juara secepatnya, PSM Makassar harus menang enam kali dari tujuh laga sisa.
Poin PSM kini lebih banyak dibanding dua rivalnya, Persib dan Persija.
PSM kembali mendapat tambahan 3 poin usai mengalahkan Dewa United dengan skor 2-0 di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Rabu, 1 Maret.
Gol Wiljan Pluim dan gol bunuh diri pemain Dewa, Ichsan Kurniawan, membuat Pasukan Ramang menang dua bola sekaligus menang tujuh kali secara beruntun.
Hasil ini jelas menjaga asa anak asuhan Bernardo Tavares tetap dalam tangga juara.
Terlebih kemenangan itu kembali memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya. Koleksi 59 poin dari 27 laga mempertegas PSM kukuh di puncak klasemen. Mereka kini terpaut selisih tujuh poin dari Persib Bandung di urutan kedua (52). Disusul Persija Jakarta delapan poin (51 poin).
Kemenangan ini tentunya jadi modal berharga demi mengakhiri puasa gelar sejak dua dekade lamanya. Pasukan Ramang terakhir kali merengkuh trofi Liga 1 pada musim 1999-2000. Pasukan Ramang masih menyisakan tujuh laga. Berbeda dari persaingan terdekatnya Persib dan Persija masing-masing delapan laga.
Paling mutlak, Ramadhan Sananta dan kolega memang perlu menyudahi enam laga dengan kemenangan demi memastikan trofi juara. Meskipun Persib dan Persija ikut menang delapan laga sisa.
Hanya saja, peluang itu tipis. Persib dan Persija masih akan saling menjajaki pada Sabtu, 4 Maret. Artinya, hanya satu dari mereka yang bisa memenangkan delapan laga sisa.
Apabila laga antara Persib dan Persija berakhir imbang, PSM justru hanya perlu memenangkan lima laga sisa. Walaupun Persib dan Persija ikut menyapu bersih masing-masing tujuh sisa laga mereka.
Opsi lainnya, PSM memungkinkan meraih gelar jika menuntaskan tiga laga kandang sisa dengan kemenangan. Meliputi; Persis Solo (5 Maret), Bhayangkara (17 Maret) dan Borneo (22 April). Plus satu laga tandang apa pun itu.
Kendati demikian, opsi ini masih harus menentukan hasil dari laga Maung Bandung –julukan Persib– dan Persija. Keduanya harus menelan masing-masing dua kekalahan.
Macam Kemayoran julukan Persija, misalnya. Mereka harus mengalahkan Persib dahulu di markasnya mendatang. Namun, laga Persija berikutnya wajib menelan kekalahan dari tuan rumah Borneo (8 Maret) dan Persebaya (4 April).
Begitu juga kekalahan Persib dari Persija harus berlanjut saat bertandang ke markas Persebaya (13 Maret). Dengan demikian, PSM bisa juara meski kalah dalam tiga dari empat sisa laga tandang.
Pelatih PSM Bernardo Tavares sadar anak asuhnya dalam performa prima. Dia juga paham kans meraih trofi gelar juara terbuka lebar. Akan tetapi, juru taktik berpaspor Portugal itu enggan jemawa. Terlebih aktif dalam memikirkan hasil dari pesaing terdekatnya Persib maupun Persija.
“Saya tidak mau terlalu komentar tentang pertandingan mereka. Kami hanya harus memikirkan tim sendiri dengan memaksimalkan laga demi laga,” tekannya usai pertandingan PSM dan Dewa, Rabu, 1 Maret.
Tavares ingin sejenak mengapresiasi hasil positif Sananta CS dari tamunya Tangsel Warrior –julukan Dewa– sore kemarin. Tiga poin ini dianggap diberikan tanpa adanya tekanan.
Pasukan Ramang memang tampil mendominasi sejak awal. Hasilnya, Wiljan Pluim hanya butuh tiga menit jalannya pertandingan demi menjebol gawang Dewa lewat skema tendangan bebas.
Kemenangan ini kemudian ditutup melalui sepakan pojok bek PSM, Yance Sayuri pada menit ke-23. Tendangan pemain asal Papua itu salah diantisipasi gelandang Dewa, Ichsan Kurniawan sehingga menjadi gol bunuh diri.
“Kami layak memenangkan pertandingan. Kami lebih mendapatkan banyak peluang. Lebih banyak syuting dan tembakan. Saya kira ini hasil yang fair,” sambung Tavares.
Meski begitu, euforia ini tidak akan berlangsung lama. Dia sadar Sananta CS kembali akan menghadapi Persis Solo, Minggu, 5 Maret.
Justru duel yang masih akan berlangsung di Stadion GBH itu dilakoni dengan jadwal sangat padat. Sebab, Pasukan Ramang hanya butuh recovery dua hari hingga kembali melakukan Official Traning (OT), Sabtu, 4 Maret
“Jeda ini sangat sempit. Makanya, kami berharap laga nanti tetap dihadiri Penonton. Bahkan datang untuk memenuhi GBH karena kami sangat membutuhkan itu,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro ini.(*)

Tinggalkan Balasan