Melihat kondisi Covid-19 yang semakin meningkat, Bupati Maros, Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari menggelar rapat koordinasi penanganan Covid.
Rapat koordinasi ini digelar di Aula Kantor Camat Mandai, Selasa kemarin.
Rapat koordinasi ini terpusat pada dua kecamatan dengan kasus Covid tertinggi di Kabupaten Maros.
Terhitung dari data 2 Agustus 2021, sebanyak 623 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Maros.
Tertinggi berada di Kecamatan Mandai, yakni 124 kasus, disusul Kecamatan Turikale sebanyak 109 kasus, terendah berada di Kecamatan Mallawa sebanyak 6 kasus.
“Kita rapat khusus untuk kecamatan yang terkonfirmasi kasus positif sangat besar, yakni Turikale dan Mandai,” ungkap Chaidir Syam, dalam rilis media, Rabu (4/8/2021).
Ada beberapa hal menjadi kesepakatan dari hasil rapat hari ini, diantaranya, yakni setiap kecamatan, kelurahan dan desa tetap melaksanakan PPKM level 3, tentunya pemerintah daerah harus mengawasi dengan ketat.
“Satgas ditingkat desa dan kelurahan bisa lebih aktif lagi memantau pelaksanaan pencegahan Covid. Mengawasi masyarakat yang isolasi mandiri, juga yang terkonfirmasi bergejala,” tegasnya.
Menanggapi beberapa masukan terkait suplai vitamin bagi petugas Covid, ia meminta pada Kadis Kesehatan untuk segera mensuplai vitamin pada para nakes, TNI, Polri, Babinsa, juga kepala desa dan lurah.
Tidak hanya vitamin, ia juga meminta untuk mensuplai APD yang sudah sangat terbatas.
“Saya sudah sampaikan pada Kadis Kesehatan untuk mengirim vitamin juga memberikan tambahan APD yang stoknya sudah mulai menipis. Terlebih APD untuk petugas yang menangani pemakaman pasien Covid,” jelasnya.
Hasil kesepakatan selanjutnya dari rapat koordinasi ini adalah penyampaian kepada lurah dan kepala desa untuk tidak lagi menolak memakamkan pasien Covid di wilayahnya.
Pemerintah daerah hanya bertugas memantau pelaksanaan pemakaman agar berlangsung sesuai protokol kesehatan.
“Lurah dan kepala desa harus menerima jika ada warganya yang positif dan ingin dimakamkan di wilayahnya. Sudah tidak harus lagi ada persetujuan warga,” ungkapnya.
Memperhatikan kembali banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19, ia berharap pusat-pusat pelayanan kesehatan tidak ada yang ditutup.
“Jika ada pusat pelayanan kesehatan yang kekurangan tenaga medis, akan disuplai tenaga medis dari Puskesmas terdekat,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan