JAKARTA – Politisi muda asal Sulawesi Selatan, Imam Fauzan Amir Uskara, resmi dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendampingi Ketua Umum Muhammad Mardiono.

Pemuda berusia 28 tahun ini merupakan politisi asal Kabupaten Gowa yang memulai kiprah politiknya pada Pemilu 2019. Saat itu, ia maju dari Kota Makassar meski basis politik keluarganya berada di Gowa, tanah kelahiran sekaligus wilayah pengaruh ayahnya, Amir Uskara.

Pada Pemilu 2019, Fauzan berhasil mengamankan satu kursi di DPRD Sulsel. Ia langsung dipercaya menjabat Ketua Fraksi PPP dan tercatat sebagai ketua fraksi termuda di parlemen, kala itu baru berusia 23 tahun.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 2021, Imam Fauzan terpilih sebagai Ketua DPW PPP Sulsel menggantikan Muh Aras. Di bawah kepemimpinannya, PPP yang sebelumnya hanya meraih enam kursi DPRD Sulsel berhasil bangkit. Pada Pemilu 2024, partai berlambang Kakbah itu menembus lima besar dengan perolehan delapan kursi. Sejumlah politisi muda rekrutannya ikut terpilih, di antaranya Salman Alfariz Sukardi (Makassar B), Rifail Kakbah Faizal Hijaz (Gowa–Takalar), dan Achmad Fauzan Guntur.

Keberhasilan tersebut mengantarkan PPP menggeser Demokrat dan PKS dari jajaran unsur pimpinan DPRD Sulsel periode 2024–2029.

Kini, lewat Muktamar X yang digelar di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), Imam Fauzan resmi didapuk sebagai Sekjen DPP PPP. Keputusan itu kemudian disahkan melalui SK Kemenkumham pada Senin (30/9/2025). “Sekjen DPP PPP Imam Fauzan telah menerima SK Menteri Hukum tentang kepengurusan DPP PPP,” ujar Amir Uskara, Kamis (2/10/2025).

Terpilihnya Imam Fauzan menambah daftar panjang putra Sulsel yang dipercaya memegang kendali partai politik di tingkat nasional. Sebelumnya ada nama Jusuf Kalla, Anis Matta, Nurdin Halid, hingga Idrus Marham. Jusuf Kalla pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar (2004–2009), Anis Matta Presiden PKS (2013–2015) dan Ketua Umum Partai Gelora (2019–sekarang), Nurdin Halid sebagai Ketua Harian Golkar (2016–2017), serta Idrus Marham sebagai Sekjen Golkar (2009–2017).

Kini, giliran Imam Fauzan Amir Uskara yang dipercaya mengemban amanah sebagai Sekjen DPP PPP, sekaligus melanjutkan tradisi putra Sulsel di panggung politik nasional.

Legalitas

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PPP dengan Ketua Umum Mardiono. Supratman mengatakan SK tersebut ditandatangani seusai penelitian sejumlah dokumen.

“Kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” kata Supratman saat akan menghadiri rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2025).

“Kemudian apakah sudah diambil, saya belum tahu karena saya serahkan kepada teman-teman dan Kemenkum. Yang jelas saya sudah tanda tangani kepengurusan itu,” sambungnya.

Supratman mengatakan Mardiono telah mendaftarkan kepengurusan PPP pada 30 September 2025. Kemudian, pihak Mardiono juga telah mengakses Sistem Administrasi Badan Hukum.(*)