MAROS — Persatuan Sepak Bola Indonesia Bone (Persibone) menelan kekalahan telak 0-21 dari Makassar City FC pada lanjutan Liga 4 putaran kedua, Kamis (12/2/2026).

Pertandingan berlangsung di Lapangan Yonzipur 8/SMG, Kabupaten Maros. Skor 21 gol tanpa balas tersebut langsung menjadi sorotan dan perbincangan di media sosial karena dinilai sebagai salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah kompetisi resmi sepak bola Indonesia.

Sehari sebelumnya, Persibone juga dinyatakan kalah walk over (WO) dari Persijo Jeneponto karena datang terlambat ke pertandingan. Dengan dua kekalahan beruntun, Persibone kini berada di posisi juru kunci klasemen sementara Grup I Liga 4 Sulawesi Selatan, yang juga dihuni Makassar City FC dan Persijo Jeneponto.

Sebelumnya, catatan kekalahan besar di level liga profesional terjadi saat Sriwijaya FC takluk 0-15 dari Adhyaksa FC pada ajang Liga Championship 2025/2026 di Banten International Stadium, 29 Januari 2026.

Persibone merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Sulawesi Selatan yang berdiri pada 1960. Klub berjuluk Laskar Arung Palakka dan Laskar Paddengngeng ini bermarkas di Stadion Lapatau, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton.

Secara manajerial, Persibone berada di bawah kepemilikan Paddengngeng FC. Posisi CEO dijabat Irwandi Burhan, manajer tim Siti Hasmawati, dan pelatih kepala Andi Abu Nawas yang didampingi asisten Yusuf dan Fadly DJ serta pelatih kiper Hendra Haeruddin.

Sehari sebelumnya, Persibone menelan kekalahan WO (walk out) atas Persijo Jeneponto pada putaran kedua Liga 4 Sulsel akibat terlambat. Keputusan tersebut diambil setelah skuad Persibone tidak kunjung hadir di lapangan hingga menjelang pertandingan.

Duel Persibone Vs Persijo Jeneponto dijadwalkan berlangsung di Lapangan Yonzipur 8/SMG, Maros, pada Rabu (11/2/2026). Ketidakhadiran skuad Persibone di lokasi membuat Persijo Jeneponto meraih tiga poin penuh dengan status menang WO.

Pada musim 2023–2024, Persibone menempati peringkat keempat Grup O Babak 80 Besar Liga 3 putaran nasional. Dukungan suporter seperti Bonemania dan Ultras Persibone selama ini menjadi kekuatan tersendiri bagi klub asal Tanah Bugis tersebut.(*)