MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, meminta Dinas Sosial Kota Makassar mendalami asal-usul anak jalanan dan pengemis yang terjaring razia selama Ramadan.
Ia menilai fenomena ini bukan hal baru, namun jumlahnya meningkat signifikan setiap Ramadan hingga Idulfitri. Fasruddin menduga ada pihak yang mengoordinir keberadaan mereka karena kemunculannya terkesan terorganisir di sejumlah titik strategis.
Menurutnya, setiap yang terjaring razia tidak cukup hanya didata, tetapi harus diinterogasi untuk mengetahui asal daerah, status sekolah, hingga kemungkinan adanya pihak pengendali. Hal itu penting sebagai bahan evaluasi pemerintah.
Ia mengaku menemukan aktivitas mencurigakan di sejumlah titik seperti Panakkukang, Pengayoman, Sungai Saddang, dan sekitar masjid besar. Ia menduga ada pihak yang mengantar dan menjemput para pengemis tersebut.
Selain mengganggu ketertiban, keberadaan anak-anak di lampu merah dinilai rawan kecelakaan dan berpotensi merusak citra Makassar sebagai kota metropolitan.
Fasruddin meminta kajian komprehensif agar persoalan ini tidak berulang setiap tahun. Ia juga mengimbau masyarakat tidak memberi uang di jalan serta mendorong penegakan perda secara tegas disertai pendataan menyeluruh.(*)

Tinggalkan Balasan