SULSELONLINE.COM, MAROS — Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros menangani 14 kejadian kebakaran lahan dalam satu hari.
Semua kejadian terjadi pada Minggu, 13 September 2026.
Hal itu disampaikan Kasi Sarpras dan Informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros, M. Ilham Halim Syah.
Ia menyebut, kebakaran tersebut meliputi lahan di kawasan perbukitan, kebun bambu, tanah kosong, tumpukan sampah, hingga puing-puing rumah sisa bangunan yang sudah dibongkar.
“Laporan pertama ditangani pukul 11.35 WITA dan pemadaman objek terakhir selesai pada pukul 23.32 WITA. Kejadian tersebar di 7 kecamatan dan 12 desa dan kelurahan,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).
Ia merinci, di Kecamatan Tompobulu terjadi di Desa Pucak dengan 2 tempat kejadian kebakaran (TKK), di Kecamatan Tanralili terjadi di Desa Purnakarya dan Desa Kurusumange, di Kecamatan Mandai terjadi di Desa Tenrigangkae.
Selanjutnya di Kecamatan Turikale terjadi di Kelurahan Pettuadae dengan 2 TKK dan terjadi pula di Kelurahan Taroada. Kecamatan Moncongloe terjadi di Desa Moncongloe, Desa Moncongloe Bulu, Desa Moncongloe Lappara, juga Desa Bonto Bunga.
Berikutnya di Kecamatan Lau terjadi di Desa Marannu dan di Kecamatan Simbang terjadi di Desa Sambueja.
“Pemadaman dilakukan oleh 11 armada dari Mako dan sektor Damkar Maros dengan 50 orang personil Mako dan sektor kecamatan terkait,” ujarnya.
Pemadaman turut membantu 2 armada dari Gupusmu beserta personilnya.
Ia menambahkan, 14 kejadian kebakaran tersebut, total luas lahan yang terbakar diperkirakan kurang lebih 30 hektare.
“Untuk menjangkau lokasi yang sulit, petugas melakukan pemadaman menggunakan jetshooter gendong dan secara manual,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyebab pasti dari 14 kejadian kebakaran ini belum bisa disimpulkan, namun penyebab kebakaran lahan banyak dipicu kekeringan, cuaca panas dampak el nino. Rumput, semak belukar, pohon dan vegettasi kering lainnya menjadi mudah terbakar.
Menurutnya, kondisi cuaca panas yang disertai vegetasi mengering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Meski ada beberapa kejadian kebakaran akibat kelalaian pemilik atau penggarap lahan, terutama di lahan sawah.
“Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar lahan, apalagi jika tanpa pengawasan. Juga tidak membakar sampah atau tumpukan sampah secara sembarangan, terutama di sekitar lahan atau kawasan yang memiliki banyak material kering,” tegasnya.
Sementara itu, Sekdis Damkarmat Maros, M. Jalaluddin Roem Nurdin mengatakan, penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) oleh Dinas Damkarmat Kabupaten Maros dilakukan dengan mensiagakan armada dan personil, sebanyak 12 unit armada dan 201 personil .
Upaya penanganan dilakukan dengan respon cepat dan mobilitas armada ke lokasi kejadian kebakaran, pemadaman menggunakan teknik pemadaman datat dan basah, kolaborasi dengan aparat terkait, relawan dan masyarakat, juga sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla ke masyarakat.
“Mari bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan cara tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan terutama puntung rokok yang masih menyala, segera laporkan jika melihat asap dan api, jaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Damkarmat Maros berkomitmen pelayanan cepat, tanggap dan profesional dalam penanganan karhutla. (**)

Tinggalkan Balasan