JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pertumbuhan sektor lapangan usaha pertanian pada kuartal I/2025 sebagai yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 10,52 persen secara tahunan (year-on-year) di tiga bulan pertama tahun 2025.

“Pertumbuhan PDB pertanian sebesar 10,5 persen ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia,” ujar Amran saat ditemui wartawan di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025).

Ia menambahkan, pertumbuhan dua digit di sektor pertanian dalam kuartal I merupakan yang pertama dalam 15 tahun terakhir, terhitung sejak periode 2010 hingga 2025.

Sektor pertanian tercatat memberikan kontribusi sebesar 12,66 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I/2025. Dengan capaian tersebut, pertanian menjadi sektor ketiga terbesar penyumbang PDB setelah industri pengolahan dan perdagangan.

Selain pertumbuhan PDB, Mentan juga mencatat adanya peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional yang mencapai 121,15 pada Mei 2025. Angka ini naik 0,07 persen dibandingkan NTP pada April tahun yang sama.

Kenaikan ini didorong oleh penurunan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) sebesar 0,31 persen menjadi 123,68, yang lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,24 persen, dari 150,19 menjadi 149,84.

“NTP sekarang 121. Dulu hanya 100, 106, sekarang naik terus. Ini harus dicatat, jangan hanya saat turun baru diperhatikan,” ujar Amran.(*)