SULSELONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Selasa (28/10/2024). Bupati Maros, Chaidir Syam, bertugas sebagai pembina upacara.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, dan perwakilan instansi pemerintah. Dalam amanatnya, Chaidir menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga semangat kebangsaan dan menyiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Kita memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan harapan agar pemuda-pemudi siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang harus kita jaga saat ini adalah bonus demografi,” ujarnya.
Menurutnya, bonus demografi menjadi peluang besar jika generasi muda mampu mengembangkan potensi dan keterampilannya. Ia berharap pemuda Maros siap menjadi petani andalan, petambak unggulan, pengusaha muda, dan pribadi yang mandiri serta sejahtera.
Dalam lima tahun terakhir, Pemkab Maros memberikan perhatian serius terhadap pengembangan potensi pemuda melalui berbagai program pelatihan keterampilan yang melibatkan dunia pendidikan, usaha, dan stakeholder lainnya.
“Kami terus membuka ruang bagi pemuda, salah satunya melalui pembangunan Creative Hub. Berbagai organisasi kepemudaan juga kami dukung jika memiliki kegiatan positif,” kata Chaidir.
Ia menyebut sekitar 52 persen penduduk Maros merupakan usia muda, antara 15 hingga 30 tahun. Karena itu, penting menyiapkan generasi ini agar produktif dan cakap digital.
“Pemuda Maros harus siap menghadapi tantangan global dengan semangat nasionalisme yang kuat dan keterampilan mumpuni,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, mengatakan momentum Sumpah Pemuda menjadi refleksi penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kontribusi nyata di daerah.
“Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi penggerak agar anak muda Maros berani berinovasi dan berkontribusi di berbagai bidang, seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga,” ujarnya.
Suwardi menambahkan, pemerintah daerah terus menciptakan ruang bagi pemuda untuk berkarya melalui dukungan terhadap startup, UMKM muda, dan kegiatan kepemudaan tingkat kabupaten.
“Kami ingin pemuda Maros tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku pembangunan. Masa depan daerah ini ada di tangan mereka,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan