SULSELONLINE.COM — Kekosongan kekuasaan melanda Venezuela menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Situasi genting ini memicu kekacauan politik dan militer setelah militer AS melancarkan serangan udara ke Caracas dan sejumlah wilayah lain pada Sabtu dini hari, 4 Januari 2026.

Laporan menyebutkan bahwa Maduro telah dibawa keluar dari Venezuela oleh pasukan AS. Tak lama setelah peristiwa tersebut, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengumumkan bahwa Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara.

Langkah Trump ini sekaligus menjadi sinyal penyingkiran terhadap pemimpin oposisi Maria Corina Machado. Meski Machado merupakan peraih Nobel Perdamaian 2025 dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan Trump, sang Presiden AS menilai Machado tidak memiliki dukungan domestik yang cukup kuat untuk memimpin negara tersebut.

Trump menyebut Delcy Rodriguez sebagai sosok yang ramah dan bersedia melakukan apa saja yang diperlukan untuk membuat Venezuela kembali hebat. Trump juga mengungkapkan bahwa Rodriguez telah menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Namun, pernyataan Trump tersebut berbanding terbalik dengan sikap yang ditunjukkan oleh Rodriguez. Dalam siaran televisi pemerintah, Rodriguez dengan tegas mengecam tindakan militer AS sebagai agresi brutal dan menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro.

Tidak ada presiden lain di negara ini selain Maduro, tegas Rodriguez dengan didampingi oleh pejabat sipil senior dan komandan militer Venezuela. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini memicu ketidakpastian mengenai siapa sebenarnya pemegang kekuasaan sah di Venezuela saat ini.

Profil Delcy Rodriguez

Delcy Rodriguez lahir di Caracas pada 18 Mei 1969. Ia berasal dari keluarga dengan akar revolusioner yang kuat. Ayahnya, Jorge Antonio Rodriguez, adalah pendiri Partai Liga Sosialis yang tewas dalam tahanan polisi pada tahun 1976. Kematian ayahnya menjadi simbol perlawanan bagi gerakan kiri di Venezuela.

Lulusan hukum dari Central University of Venezuela ini memiliki karier politik yang melesat dalam satu dekade terakhir. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi, Menteri Luar Negeri, hingga memimpin Majelis Konstituante yang memperluas kewenangan Maduro pada 2017.

Sebagai Wakil Presiden yang juga merangkap Menteri Keuangan dan Menteri Perminyakan, Rodriguez dikenal melalui kebijakan ekonomi ortodoks untuk menekan hiperinflasi. Meski dianggap sebagai sosok moderat oleh beberapa pengamat internasional, ia tetap dikenal sebagai pembela keras revolusi sosialis. Kedekatannya dengan beberapa tokoh di Amerika Serikat, seperti pendiri Blackwater Erik Prince, diduga menjadi alasan mengapa AS melihatnya sebagai mitra negosiasi yang potensial.

Putusan Mahkamah Agung

Di tengah ketegangan yang meningkat, Mahkamah Agung Venezuela akhirnya mengeluarkan perintah agar Delcy Rodriguez menjabat sebagai presiden sementara. Putusan tersebut menyatakan bahwa langkah ini diambil demi menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan negara pasca penculikan Maduro.

Meski demikian, pengamat politik mencatat bahwa kewenangan presiden sementara ini kemungkinan akan dibatasi seiring dengan pembatasan sejumlah jaminan konstitusional dalam situasi darurat nasional. Hingga saat ini, Rodriguez terus menyerukan persatuan nasional dan menuntut bukti keselamatan bagi Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.(*)