SULSELONLINE.COM – PSM Makassar meraih kemenangan krusial saat menaklukkan Bhayangkara FC pada pekan ke-31 Super League 2025/2026. Bertanding tanpa penonton di Stadion BJ Habibie, Senin (4/5/2026), Pasukan Ramang menang tipis 2-1.
Dua gol kemenangan PSM dicetak Dusan Lagator pada menit ke-47 dan Luka Cumic pada menit ke-71. Sementara Bhayangkara FC sempat menyamakan kedudukan lewat Bernard Doumbia di menit ke-49.
Tambahan tiga poin ini membawa PSM naik ke peringkat 13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari 31 pertandingan. Bhayangkara FC tertahan di posisi ketujuh dengan 47 poin. Hasil tersebut membuat Juku Eja kian menjauh dari ancaman degradasi.
Secara matematis, PSM hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dari tiga laga tersisa untuk memastikan bertahan di Super League musim 2026/2027. Jika mampu mengoleksi 37 poin, posisi mereka sudah tidak mungkin lagi dikejar Persis Solo yang kini berada di peringkat 16 dengan 27 poin. Bahkan jika Persis menyapu bersih sisa laga, poin maksimalnya hanya 36.
Dengan capaian itu, PSM setidaknya akan finis di peringkat 15, batas aman terakhir. Meski masih ada Persijap Jepara dan Madura United yang berpotensi bersaing, fokus utama PSM tetap menjaga jarak dari Persis.
Peluang mengunci tiket bertahan bisa datang pada pekan ke-32, Sabtu (9/5/2026), saat PSM menghadapi Arema FC. Kemenangan akan memastikan mereka aman, terlepas dari hasil pertandingan Persis Solo melawan Persebaya Surabaya. Bahkan jika Persis kalah, PSM tetap selamat meski takluk dari Arema.
Jalannya Pertandingan
Laga berlangsung sengit sejak awal dengan tempo tinggi. Bhayangkara FC langsung menekan dan memaksa lini belakang PSM bekerja keras, bahkan sejak menit-menit awal melalui peluang sepak pojok.
Namun, solidnya pertahanan PSM serta penampilan gemilang kiper Hilman Syah mampu meredam tekanan. PSM kemudian mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan lebar lapangan, memaksimalkan kecepatan Rizky Eka dan mobilitas Victor Luiz.
Sejumlah peluang tercipta, termasuk skema serangan balik cepat yang hampir berbuah gol. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi kendala.
PSM akhirnya memecah kebuntuan di awal babak kedua. Sundulan Dusan Lagator memanfaatkan sepak pojok membawa tuan rumah unggul. Namun, Bhayangkara FC langsung merespons dua menit berselang lewat gol Bernard Doumbia dari situasi bola mati.
Perubahan strategi pada menit ke-62 menjadi titik balik. Masuknya Victor Dethan, Luka Cumic, dan Akbar Tanjung membuat permainan PSM lebih agresif. Hasilnya, Luka Cumic mencetak gol penentu lewat aksi individu pada menit ke-72, memastikan kemenangan 2-1.
Di tengah tren positif di lapangan, PSM Makassar justru menghadapi persoalan serius di luar kompetisi. PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PSM) digugat pailit di Pengadilan Niaga pada PN Makassar oleh mantan sekretarisnya, Shesie Erisoya.
Gugatan dengan nomor perkara 3/Pid.Sus-Pailit/2026/PN Mks itu terkait dugaan utang sebesar Rp3,7 miliar. Pengajuan dilakukan karena manajemen dinilai gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang.(*)

Tinggalkan Balasan