SULSELONLINE.COM – Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Majid Mousavi, menyatakan rudal dan drone milik Iran telah mengunci target-target Amerika Serikat serta kapal-kapal musuh di kawasan Timur Tengah.

Dalam pesan yang dirilis Sabtu malam, Mousavi menegaskan seluruh sistem persenjataan Iran kini berada dalam kondisi siap tempur dan hanya menunggu perintah peluncuran.

“Rudal dan drone Pasukan Dirgantara IRGC telah mengunci target-target Amerika di kawasan dan kapal-kapal musuh agresor. Kami menunggu perintah untuk menembak,” ujar Mousavi seperti dikutip Tasnim News Agency, Minggu (10/5/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026.

Iran menuduh AS dan Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap wilayahnya. Dalam serangan awal itu, Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi militer dilaporkan tewas.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke posisi militer AS dan Israel di wilayah pendudukan serta kawasan Teluk Persia. Teheran mengklaim serangan balasan tersebut berlangsung dalam 100 gelombang selama 40 hari dan menyebabkan kerusakan besar pada target lawan.

Gencatan senjata selama dua pekan kemudian tercapai pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan itu membuka jalan bagi perundingan antara pihak-pihak terkait di Islamabad.

Dalam proses negosiasi, Iran mengajukan proposal berisi 10 poin, termasuk tuntutan penarikan pasukan AS dari kawasan dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran. Namun Iran menegaskan pembicaraan damai tidak akan dilanjutkan selama AS masih memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal Iran.

Pemerintah Iran menilai blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.(*)