BATU – Media sosial dihebohkan dengan kemunculan seorang pedagang kambing asal Kota Batu, Jawa Timur, yang mendadak viral karena penampilannya yang khas. Pria tersebut diketahui bernama Faiq Muhammad Alkatiri atau akrab disapa Bang Faiq.

Akun Instagram miliknya, @bangfaiq_batu, yang baru dibuat pada Jumat (18/7/2026), langsung mencuri perhatian publik. Dalam kurun waktu tiga hari, akun tersebut telah diikuti lebih dari 106 ribu pengguna Instagram.

Melalui unggahan perdananya, Bang Faiq memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan niat memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

“Mulai hari Jum’at ini Bang Faiq izin melintas di beranda teman-teman semua ya, semoga bisa berbagi kebaikan bersama, bismillah, aamiin,” tulis Bang Faiq.

Video berdurasi singkat yang direkam di sebuah kandang kambing itu awalnya hanya memperlihatkan aktivitas sehari-hari. Namun, perhatian warganet justru tertuju pada penampilan Bang Faiq yang dinilai unik.

Dalam video tersebut, ia mengenakan jubah putih yang dipadukan dengan sorban merah menjuntai di bagian punggung. Rambutnya yang panjang sebahu, dipadukan dengan jenggot dan kumis lebat, membuat sebagian pengguna media sosial menilai penampilannya menyerupai gambaran visual tokoh Yesus yang kerap muncul dalam karya seni populer.

Perbincangan mengenai penampilannya pun cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Hingga Senin (20/7/2026), unggahan perdana itu telah mengumpulkan sekitar 443 ribu tanda suka dan lebih dari 41,7 ribu komentar dari pengguna Instagram. Tak sedikit warganet yang mengaku penasaran dengan sosok Bang Faiq, sementara lainnya memberikan dukungan terhadap pesan positif yang ia sampaikan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Faiq mengaku tidak menyangka akun Instagram yang baru dibuatnya langsung mendapat perhatian begitu besar.

“Awalnya kaget, karena saya baru membuat akun Instagram ini hari Jumat. Sebelumnya sempat punya akun, tapi sudah sejak 2018 tidak aktif lagi,” kata Faiq kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Faiq menjelaskan, proses pembuatan kontennya berlangsung sangat sederhana. Ia hanya dibantu seorang rekannya yang bertugas merekam video menggunakan telepon genggam.

Menurutnya, sejak awal tidak ada niat untuk mengejar popularitas ataupun membuat konten yang sengaja dirancang agar viral. Tujuan utamanya hanyalah memulai aktivitas di media sosial dengan menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

“Saya dibantu satu teman saya, dia yang mengajak saya bikin konten. Banyak pertimbangan, dan akhirnya mau untuk menyebar kebaikan,” ujarnya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kambing itu mengaku respons publik jauh melampaui ekspektasinya. Bahkan, hanya dalam hitungan jam setelah video pertama diunggah, jumlah penonton terus meningkat hingga akhirnya menjadi viral.

“Saya posting video awal sekitar pukul 09.00 WIB, dan malam setelah shalat Isya saya baru tahu kalau postingan pertama itu sudah ramai,” pungkasnya.

Fenomena viral Bang Faiq menunjukkan bagaimana media sosial mampu mengangkat sosok-sosok sederhana menjadi perhatian publik dalam waktu singkat. Di tengah berbagai konten hiburan yang memenuhi lini masa, kehadiran Bang Faiq justru menarik perhatian karena memadukan penampilan yang unik dengan ajakan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada para pengikutnya.(*)