SULSELONLINE.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros mencatat sebanyak 13 kejadian kebakaran terjadi dalam kurun waktu 15 hingga 30 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, 11 merupakan kebakaran lahan, sedangkan dua lainnya adalah kebakaran rumah.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Informasi dan Pengolahan Data Damkar Maros, M Ilham Halimsyah, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada pertengahan hingga akhir Juli mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kalau Juni itu tidak ada kebakaran lahan,” ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.
Ia mengatakan, meningkatnya kejadian kebakaran didominasi oleh faktor cuaca. Kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.
Mantan Lurah Bontoa Mandai ini menuturkan, wilayah yang paling banyak mengalami kebakaran selama periode tersebut adalah Kecamatan Bantimurung dan Kecamatan Marusu.
Selain dipengaruhi cuaca, kebakaran juga dipicu kelalaian masyarakat saat membersihkan lahan.
“Awalnya bakar sampah atau dedaunan kering, namun tidak dapat dikendalikan saat api mulai membesar, sehingga warga menghubungi Damkar,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena saat ini Kabupaten Maros mulai memasuki puncak musim kemarau.
“Justru Agustus ini memasuki puncak musim kemarau atau musim panas,” ujarnya.
Mantan Lurah Baji Pamai Maros Baru ini juga mengungkapkan, memasuki awal Agustus saja Damkar kembali menerima laporan kebakaran lahan di dua lokasi, yakni di Batangase, Kecamatan Mandai, dan di Labuang, Kecamatan Turikale.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri menegaskan, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama musim kemarau.
“Cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat potensi kebakaran meningkat, jadi masyarakat harus lebih waspada,” katanya.
Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api mudah menyebar saat kondisi kering.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area yang dekat dengan lahan kosong dan permukiman.
Mantan Kepala Kesbangpol Maros itu mengatakan, kebakaran kecil yang awalnya dianggap sepele dapat berubah menjadi kebakaran besar akibat angin dan suhu udara tinggi.
Ia juga meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.
“Hal-hal kecil seperti puntung rokok atau pembakaran sampah sering menjadi penyebab kebakaran saat musim kemarau,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah.
“Penggunaan alat elektronik perlu diperhatikan agar tidak memicu korsleting listrik,” sebutnya
Sementara itu, Bupati Maros, A.S Chaidir Syam, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau.
Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
“Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani dan tidak meluas,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan