Makassar — Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melaksanakan salat istisqa di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Selasa (8/9/2026) pagi. Salat tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah Sulsel.
Sejak pagi, Rujab Gubernur Sulsel ramai didatangi jemaah yang mengenakan pakaian muslim. Satu per satu jemaah membawa sajadah dan menempati barisan saf yang telah disiapkan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut mengikuti salat istisqa dan duduk di saf terdepan. Sekitar pukul 07.17 Wita, jemaah berdiri untuk melaksanakan salat dua rakaat yang dipimpin Imam Ustaz Muhammad Iqbal Coing.
Salat berlangsung di bawah terik matahari. Meski demikian, para jemaah tetap khusyuk menjalankan ibadah sebagai bentuk permohonan agar Allah SWT menurunkan hujan.
Usai salat, jemaah mendengarkan khotbah yang disampaikan Ustaz Mufassir Arif. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaah memperbanyak selawat, istigfar, dan doa.
“Mari kita memperbanyak selawat dan salam kepada Allah SWT. Kita memohon kepada Allah SWT untuk menurunkan karunia berupa hujan,” kata Ustaz Mufassir Arif di halaman Rujab Gubernur Sulsel.
Saat salat berlangsung, langit Kota Makassar tampak cerah. Tutupan awan minim sehingga sinar matahari terasa cukup terik bagi jemaah yang melaksanakan salat di halaman terbuka.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau ekstrem yang terjadi di Sulsel.
“Sudah banyak terdampak (kemarau), seperti petani, peternak, dan pemukiman masyarakat. Kita berharap Allah SWT menurunkan rida-Nya, kita perbanyak istigfar saja,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Prakiraan Cuaca Sulsel
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sebagian besar wilayah Sulsel pada Selasa pagi diprediksi cerah berawan. Sementara pada siang hingga sore hari, terdapat potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Pada malam hari, hampir seluruh wilayah Sulsel diprakirakan berawan. Hanya Luwu Timur yang masih memiliki potensi hujan ringan.
Suhu udara di Sulsel diprediksi berkisar antara 17 hingga 35 derajat Celsius.
Rizky Yudha menjelaskan, musim kemarau tidak serta-merta membuat hujan tidak turun. Hujan masih dapat terjadi apabila terdapat kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi adalah konvektivitas awan, yakni kemampuan atau intensitas pergerakan massa udara secara vertikal yang dapat memicu pembentukan dan pertumbuhan awan.
“Jadi tidak 100 persen tidak turun hujan saat musim kemarau. Tergantung ada gangguan, bisa berpotensi munculnya awan hujan yang bisa sampai hujan, biasanya ringan dan berskala lokal,” kata Rizky Yudha.
BMKG juga merilis peringatan potensi angin kencang di sejumlah wilayah Sulsel, yakni Bantaeng, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, dan Takalar.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi udara panas di Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Makassar.
Peringatan serupa juga berlaku di Maros, Palopo, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.(*)

Tinggalkan Balasan