MAKASSAR – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC 1 Makassar mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Kota Makassar, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dalam menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul adanya tambahan suplai atau extra dropping LPG 3 kilogram (kg) yang disalurkan secara bertahap di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada 10–19 September 2026.

Ketua Hiswana Migas DPC 1 Makassar, Chairul Aqmal, mengatakan terdapat tiga periode extra dropping LPG 3 kg selama September 2026.

Periode pertama berlangsung pada 10–12 September 2026 dengan tambahan pasokan sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran harian. Tambahan tersebut diberikan kepada wilayah Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, dan Bone.

Selanjutnya, pada 13 September 2026, seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mendapatkan tambahan suplai sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran harian.

Kemudian, pada periode 14–19 September 2026, tambahan suplai kembali diberikan dengan besaran berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar mendapatkan tambahan sebesar 100 persen dari rata-rata penyaluran harian. Sementara kabupaten/kota lainnya memperoleh tambahan sebesar 50 persen.

“Untuk minggu ini ada extra dropping LPG 3 kg. Makassar, Maros, Takalar, dan Gowa mendapat tambahan 100 persen dari jumlah harian, sedangkan kabupaten lainnya 50 persen,” kata Chairul Aqmal.

Chairul menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan selama periode 10–19 September 2026, tambahan pasokan LPG 3 kg di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 100 persen hingga 200 persen dari rata-rata penyaluran harian.

Tambahan pasokan tersebut disalurkan secara bertahap selama 10 hari dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi distribusi di masing-masing wilayah.

Menurut Chairul, tambahan suplai tersebut membantu menjaga ketersediaan LPG 3 kg di tingkat masyarakat sekaligus mendukung kelancaran distribusi melalui agen dan pangkalan.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dalam menjaga kelancaran pasokan LPG 3 kg dan BBM di Sulawesi Selatan.

“Kami tentu mengapresiasi pemerintah dan Pertamina yang ikut membantu bagaimana pasokan BBM dan LPG bisa tetap lancar di masyarakat,” ujarnya.

Chairul berharap koordinasi antara pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan terus diperkuat agar distribusi energi bersubsidi dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Dengan tambahan suplai ini, kami berharap kebutuhan masyarakat bisa tetap terpenuhi dan distribusi di lapangan semakin lancar,” katanya. (*)