SULSELONLINE.COM — Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Rusa, Kecamatan Makassar, kini resmi diluncurkan secara langsung oleh Wali Kota Makassar.
Program yang digagas oleh Camat Makassar Tri Sugiarto Burhan ini untuk menghidupkan ruang publik ini mendapat apresiasi positif dari Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli alias Acil.
Saat ditemui di lokasi kegiatan, politisi yang akrab disapa Acil ini mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian CFD yang kini telah memasuki pelaksanaan pekan ketiga tersebut.
”Ini sudah pelaksanaan ketiga, tapi hari ini resmi dilaunching langsung oleh Pak Wali Kota. Kami sangat bersyukur atas kolaborasi dan kerja keras teman-teman panitia, khususnya di Kecamatan Makassar,” ujar Acil.
Wadah Silaturahmi dan Penekan Potensi Konflik
Selain menjadi ajang olahraga dan rekreasi keluarga, Acil menekankan bahwa keberadaan CFD di Jalan Rusa memiliki peranan sosial yang sangat penting bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam meminimalisir potensi konflik perkelahian antarkelompok di daerah pemilihan (dapil) tersebut.
”Inilah salah satu wadah dan upaya kita untuk menghindari perkelahian kelompok. CFD ini menjadi ajang silaturahmi warga Kecamatan Makassar. Dengan hadir di sini, masyarakat bisa saling menyapa dan mempererat persaudaraan,” tegasnya.
Dorong Pemberdayaan Ratusan UMKM
Tak hanya dampak sosial, kehadiran CFD Jalan Rusa juga membawa angin segar bagi roda perekonomian lokal. Acil mencatat saat ini sudah ada sekitar 200 hingga 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendaftar dan memadati area kegiatan.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha warga, pihak pengelola memberikan kemudahan dengan penetapan biaya retribusi yang sangat terjangkau.
”Tarifnya sangat terbuka dan merakyat, hanya Rp10.000 per minggu untuk setiap stan. Ini sangat di bawah harga wajar karena tujuan utama kita memang untuk memikat dan merangkul para pelaku UMKM lokal agar bisa membuka lapak di sini,” jelas Acil.
Melihat tingginya antusiasme pedagang dan pengunjung, Acil menyampaikan bahwa pihak penyelenggara saat ini membatasi kuota peserta sementara waktu guna melakukan penataan kembali agar area CFD tetap tertib dan nyaman.
”Saat ini kita batasi dulu di angka 200-an UMKM karena tempatnya cukup mepet. Ke depan, stan-stan ini akan ditata kembali secara lebih rapi,” tambahnya.
Komitmen Menjaga Kebersihan Lingkungan
Menutup keterangannya, Acil memastikan bahwa aspek kebersihan lingkungan di sepanjang jalur CFD—mulai dari Jalan Dr. Sam Ratulangi hingga Jalan Monumen Emmy Saelan (Mongisidi)—menjadi prioritas utama setelah kegiatan selesai.
”Iuran kebersihan dari para pelaku UMKM ini kita gunakan sepenuhnya untuk pengelolaan sampah. Setelah acara selesai, tim langsung bergerak membersihkan seluruh area jalan dari Mongisidi sampai Ratulangi sehingga lingkungan kembali bersih dan asri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan