SULSELONLINE.COM — Rasulullah SAW menjadi orang pertama datang (menjenguk) ketika mengetahui ada sahabat-sahabatnya yang sakit.
“Rasulullah SAW jika mengetahui ada salah seorang sahabat yang sedang menderita sakit, maka beliau selalu menjadi orang pertama yang bergegas menjenguk,” kata Muhammad Ismail Al-Jawasy dalam bukunya Nabi Muhammad SAW Sehari-hari.
Setelah masuk di rumah yang sakit, Rasulullah berkata kepadanya, “Dengan izin Allah tersucikan.” Maksudnya kata Ismail Al-Jawasy adalah bahwa sakit menyucikan seseorang dari dosa. Ismail menuturkan, posisi beliau ketika menjenguk selalu mendekat kepada si sakit dan duduk dekat kepala, kemudian berkata, “Bagaimana keadaanmu?”
Setelah bertanya, beliau lantas mengusap kepala si sakit dengan tangan kanannya dan berkata, “Sembuhkanlah sakit ini wahai Tuhan sekali manusia yang menyembuhkan penyakit. Tidak ada yang bisa menyembuhkan terkecuali engkau.”
Atau juga bisa membaca, “Ya Allah Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini. Ya Allah sembuhkanlah hambamu. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas.”
Ismail Al-Jawsy mengatakan doa kesembuhan itu dibaca sebanyak tiga kali, sebagaimana beliau contohkan ketika menjenguk Saad bin Abi Waqqash. “Ya Allah sembuhkanlah Saad, Ya Allah sembuhkanlah Saad, Ya Allah sembuhkanlah Saad.”
Si sakit pun hendaknya diminta turut berdoa sebagaimana sabda beliau. “Jenguklah oleh kalian orang yang sakit dan suruhlah mereka pula untuk mendoakan kalian, karena doa orang yang sakit akan dikabulkan selain dosanya akan diampuni.”
Rasulullah juga bertanya tentang sesuatu yang disukai si sakit. Beliau berkata. “Apakah kamu menghendaki sesuatu?” Dan kalau ternyata beliau mendapati sesuatu yang sangat disenangi si sakit dan tidak membahayakannya, para sahabat disuruh segera menghadirkannya.
Rasulullah SAW tidak pernah mengkhususkan waktu tertentu untuk menjenguk orang sakit. Disunnahkan menjenguk di setiap kesempatan untuk meringankan penderitaan si sakit dan keluarganya. Bahkan bila perlu diulangi lagi dengan izin si sakit yang menghendaki kedatangannya.
Nabi Muhammad Dijelaskan Dalam Kitab Suci Hindu
Rasulullah SAW gemar menjenguk setiap orang sakit dan tidak terbatas hanya di kalangan kaum Muslimin. Orang-orang yang tidak beliau kenal pun dijenguk nya. Beliau pernah menjenguk seorang Yahudi yang sedang sakit, termasuk menjenguk pamannya yang seorang kafir yaitu Abu Thalib.
Ismail mengatakan Rasulullah SAW mendorong kita semua saling menjenguk jika ada yang sedang sakit. Beliau berkata, “Tidak ada seorang Muslim yang menjenguk saudaranya yang Muslim terkecuali Allah akan mengutus 70 ribu malaikat kepadanya untuk mengucapkan doang atasnya pada waktu siang sampai datang waktu sore, kemudian pada waktu malam sampai datang waktu pagi.”
Beliau berkata barangsiapa yang datang menjenguk orang sakit atau menziarahi seseorang yang gugur di jalan Allah, maka seorang penyeru akan menyuruh menyambutnya untuk memberikannya kebaikan dan ia pun akan diberi kebaikan dan akan dibangunkan sebuah rumah (dengan izin Tuhan) kelak di akhirat.
Bahkan lebih jauh, Nabi SAW mengajarkan menghibur orang yang sakit dengan senantiasa memberinya kabar gembira, seperti pujian dan doa panjang umur.
Mengutip republika, Rasulullah berkata, “Jika kalian menjenguk orang yang sedang sakit, berilah mereka semangat hidup, mungkin hal itu tidak akan mengobati penyakitnya, namun setidaknya akan menghibur jiwa orang yang sedang sakit.”

Tinggalkan Balasan