SULSELONLINE.COM, MAROS — Menjelang pelaksanaan ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Sulsel 2022, yang dulu disebut Porda, di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros menggelar rapat koordinasi dengan pengurus cabang olahraga (cabor).

Rakor dipimpin Ketua KONI Maros, AKBP P Mulyadi Haryo CH, didampingi Sekretaris Umum, Chaerul Syahab, Bendahara Umum, Suyuti Dg Ngemba serta sejumlah pengurus. Rakor berlangsung di Ruang Rapat Kantor KONI Maros, pada Rabu 25 Mei 2022.

AKBP P Mulyadi Haryo CH menekankan pendataan atlet, pelatih dan ofisial tiap cabor serta kesiapan dalam bentuk TC menhghadapi ajang Porprov Sulsel 2022.

“Cabor mesti siapkan atlet terbaik. Hal ini diharapkan bisa memacu para atlet binaan KONI Maros untuk meraih prestasi, sehingga akan mengharumkan nama Maros,” seperti disampaikan Koordinator Bidang Humas KONI Maros, Ilham Halimsyah, Sabtu (28/5/2022).

Ia menambahkan, rapat koordinasi dengan para ketua cabor ini membahas hal-hal yang sangat penting, diantaranya target medali dari tiap cabor untuk dapat memetakan peringkat Maros pada saat pelaksanaan Porprov Sulsel 2022.

Ditambahkannya, Ketua KONI Maros meminta hal itu menjadi perhatian seluruh cabor yang akan dipertandingkan di Porprov, dengan harapan semua persiapan yang dilakukan telah berjalan lancar.

Sementara, Sekretaris Umum KONI Maros, Chaerul Syahab, menyebutkan, jumlah cabang olahraga yang diikuti Maros sebnyak 23, dengan julah atlet 215 orang. Kemudian pelatih dan mekanik 51 orang, selanjutnya manajer dan ofisial 45 orang. Serta panitia 74 orang.

“Total kontingan kabupaten maros sebanyak 385 orang, belum termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak 25 orang, camat 14 orang dan Dirut PDAM Maros 1 orang,” ungkapnya.

Sedangkan, Ketua Bidang Prestasi KONI Maros, Syamsuddin dalam rapat tersebut, meminta seluruh cabor yang akan bertanding di Porprov Sulsel 2022 agar dapat merumuskan waktu pertandingan masing-masing, sebab ada beberapa cabor yang dilaksanakan di Sinjai dan ada juga di Bulukumba.

“Hal itu perlu kita tau agar panitia bisa mengatur waktu untuk kedua kabupaten tempat diadakan kegiatan ini,“ paparnya. (*ih)