Lebih lanjut E.Zulpan menjelaskan Biddokkes Polda Sulsel telah mengautopsi mayat dan memastikan korban seorang pria berusia 16 sampai 25 tahun.

“Jadi kami juga menghimbau masyarakat yang merasa mencari keluarga dengan ciri-ciri itu bisa datang ke Biddokkes Polda Sulsel,” ungkap E.Zulpan.

Hal itu untuk mencocokkan DNA keluarga dengan data-data ante mortem korban.
Sebelum fakta terungkap, Dudi seorang pemandu truk yang pertama kali melihat peristiwa naas itu ditanjakan Tompo Ladang.

Awal mula saksi mengira asap itu dari pembakaran sampah, namun saat ia kembali untuk memastikan, ia kaget ternyata asap itu bukan berasal dari sampah namun dari sosok manusia yang terbakar.

Dudi menemukan mayat itu sekira pukul 04.30 Wita dini hari.