SULSELONLINE.COM — Mengurangi konsumsi minyak goreng adalah salah cara menjaga kesehatan tubuh. Terlebih saat ini minyak goreng cukup susah untuk dibeli di pasaran.

Terlalu banyak mengkonsumsi minyak goreng juga tidak baik untuk kesehatan. Pasalnya, minyak goreng mengandung cukup banyak lemak yang bisa menambah berat badan.

Sehingga jika terlalu banyak mengkonsumsi minyak goreng akan berisiko membuat badan gemuk, meningkatkan kolesterol, dan berisiko juga menimbulkan berbagai penyakit lain.

Melansir dari Archanas Kitchen, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi minyak goreng saat memasak.

1. Menggunakan Oven & Penggorengan Udara

Cara pertama mengurangi konsumsi minyak goreng adalah mengganti cara memasak dengan menggunakan oven dan penggorengan udara. Menggunakan oven untuk memanggang banyak resep yang sebenarnya digoreng adalah salah satu teknik terbaik untuk mengurangi minyak.

2. Memasak dengan Cara Dipanggang

Memanggang makanan menjadi salah satu cara yang bijak mengurangi konsumsi minyak goreng. Hal tersebut menghindari penggorengan dan merupakan pilihan yang lebih sehat untuk memanggang dengan beberapa tetes minyak goreng.

3. Menggunakan Wajan Dangkal

Menggunakan wajan yang dangkal juga menjadi salah satu cara mengurangi konsumsi minyak goreng. Selain itu wajan juga membantu memasak makanan menjadi lebih cepat.

4. Memasak dengan Cara Dikukus

Memasak dengan cara dikukus adalah opsi lain mengurangi konsumsi minyak goreng. Memasak dengan cara kukus juga merupakan salah satu teknik di mana konsumsi minyak dapat dikurangi secara signifikan.

Ada 7 Bahaya di Balik Makanan Gorengan

Sebenarnya, apa saja kemungkinan bahaya gorengan bagi kesehatan?

Berikut daftarnya untuk Anda seperti dilansir dari klikdokter.com, Kamis (17/3/2022):

1. Kegemukan

Identik dengan kegemukan, para praktisi kesehatan menganjurkan untuk menghindari makanan gorengan.
Kandungan kalorinya yang tinggi dapat memicu kenaikan berat badan dan bahkan obesitas.

Kegemukan sendiri berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan. Sebut saja kencing manis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, risiko terkena serangan jantung, serta radang sendi.

2. Penyakit Hati

Penelitian membuktikan, mengonsumsi makanan yang digoreng secara rutin, seperti makanan siap saji atau deep-fried, dapat menyebabkan hati menjadi berlemak.

Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol, apalagi jika digoreng dengan minyak seperti minyak kelapa sawit.

Tingginya kadar lemak pada makanan yang digoreng dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati.

Efek negatif dari konsumsi gorengan tersebut serupa dengan hepatitis dan dapat berujung pada kerusakan hati permanen, bahkan kematian.

3. Kolesterol Tinggi

Gorengan biasanya memiliki kadar lemak trans yang tinggi. Jenis lemak ini umumnya sulit untuk dipecah atau dicerna oleh tubuh sehingga kadar lemak tinggi dalam tubuh.

Kadar lemak tinggi atau kolesterol tinggi merupakan faktor risiko untuk banyak penyakit. Misalnya, penyakit jantung, kanker, kencing manis, dan obesitas.

4. Penyumbatan Pembuluh Darah

Rutin mengonsumsi gorengan dapat menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan ini bisa menimbulkan berbagai penyakit berbeda.

Misalnya, sumbatan pembuluh darah di otak menyebabkan stroke, ataupun sumbatan pembuluh darah di jantung menyebabkan serangan jantung.

5. Kencing Manis

Kencing manis rupanya termasuk bahaya gorengan lainnya. Mungkin Anda heran karena risiko kencing manis kerap dikaitkan dengan konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula.

Akan tetapi, beberapa penelitian menemukan konsumsi makanan gorengan juga dapat menimbulkan risiko kencing manis atau diabetes.

6. Kanker

Memasak dalam suhu tinggi, termasuk menggoreng, dapat menimbulkan pembentukan senyawa acrylamide. Dalam studi hewan, ditemukan senyawa ini berkaitan dengan beberapa jenis kanker.

Namun, studi pada manusia masih memberikan hasil yang berlawanan, sehingga perlu dipelajari lebih lanjut.

7. Meningkatkan Risiko Kematian

Bahaya gorengan tidak dapat disepelekan karena dapat berdampak fatal, termasuk kematian. Hal tersebut terungkap dalam satu studi yang mengikuti sampelnya selama 20 tahun.

Menurut studi ini, wanita yang makan satu atau lebih porsi ayam goreng per hari punya peningkatan risiko kematian sebanyak 13 persen (karena sebab apa pun) atau 12 persen (disebabkan oleh masalah jantung).

Persentase peningkatan tersebut jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi makanan gorengan secara rutin.

Bersamaan gaya hidup tidak sehat lain, seperti kebiasaan lembur dan begadang, kebiasaan makan gorengan dapat berdampak buruk dalam waktu lebih singkat.

Makan makanan gorengan sesekali boleh saja, tapi batasi dan imbangi dengan variasi nutrisi sehat lainnya. Misalnya, sayuran, buah-buahan, serta ikan.