SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispapora) menggelar pelatihan pemandu wisata budaya. Pelatihan tersebut digelar di Hotel Grand Town Maros pada Kamis (16/6/2022).

Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan promosi serta pelayanan dibidang pariwisata Kabupaten Maros. Bupati Maros, AS Chaidir Syam hadir langsung membuka kegiatan.

Dihadapan 40 peserta pelatihan pemandu wisata, Chaidir mengungkap, ini waktu yang tepat untuk kembali mengembangkan destinasi wisata di Kabupaten Maros. Sejauh ini Maros telah memiliki 53 desa wisata.

“Sebelumnya kita sudah fokus menumbuhkan destinasi wisata. Insyaallah sekarang, ini yang akan kita kembangkan,” tuturnya.

Tidak tanggung-tanggung, Chaidir bersama Kepala Disparpora, Muhammad Ferdiansyah berencana akan membuat kelas-kelas bahasa untuk para pemandu wisata. Menurutnya, penguasaan bahasa asing tidak kalah pentingnya.

“Minimal pemandu bisa menguasai bahasa Inggris. Jadi ketika ada wisatawan mancanegara yang datang, mereka juga bisa mengerti apa yang disampaikan,” bebernya.

Chaidir juga menyampaikan terimakasih kepada Kadis Pariwisata beserta jajaran yang telah menggelar pelatihan ini.

“Alhamdulillah kemarin kita kedatangan tim asesor UNESCO untuk melakukan assessment. Salah satu saran mereka adalah adalah meningkatkan keunggulan para pemandu wisata, serta identitas agar turis bisa membedakan mana pemandu dan mana masyarakat lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparpora, Muhammad Ferdiansyah menyebutkan, pelatihan akan berlangsung selama 3 hari. Para peserta akan diberikan penguatan terkait pemandu budaya.

“Hari ini dibuka langsung sama Pak Bupati. Insyaallah akan berlangsung hingga 18 Juni kedepan,” pungkasnya.