SULSELONLINE.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut banyak kepala daerah melakukan korupsi karena biaya politik mahal.
KPK menyebut kepala daerah harus mengeluarkan biaya politik atau money politic ketika pemilu.
Alex mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh KPK dan Kemendagri, biaya alokasi calon kepala daerah/walikota/bupati mencapai Rp 20-30 miliar. Namun, dengan jumlah tersebut belum dapat memastikan pasangan calon kepala daerah memenangkan pemilu.
“Sehingga, terbayang berapa banyak biaya yang harus dilipatgandakan jika ingin menang,” ujar Alex.
Di sisi lain, Plh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Mahfud MD menyampaikan bahwa politik uang akan selalu ada. Dia pun mengibaratkan pemimpin yang melakukan adalah seorang penjahat yang dapat merusak masa depan negara.
Oleh karena itu, Mahfud menegaskan, seluruh masyarakat Indonesia harus secara kolektif melawan praktik curang itu. “Untuk itu perlu sinergi antara instansi, penyelenggara, penegak hukum, dan media. Jangan sampai ada intervensi atau ada tumpang tindih dalam menciptakan iklim pemilu yang berintegritas. Mari kuatkan rasa cinta terhadap bangsa ini dan sangat penting apabila terus disuarakan,” tegas Mahfud mengutip republika.(*)(

Tinggalkan Balasan