SULSELONLINE.COM — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengundang calon presiden (capres) adu gagasan di Kota Makassar.
IKA UNM dipimpin oleh Prof Nurdin Halid yang juga politisi Partai Golkar.
IKA UNM ingin mendengar gagasan para capres terkait demokrasi, Pancasila, dan ekonomi.
NH mengatakan, dua capres sudah konfirmasi kehadirannya, Anis Baswedan dan Ganjar Pranowo. Sementara Prabowo Subianto belum berkesempatan hadir.
“Pak Prabowo karena berbenturan dengan acara yang sudah lama dijadwal di daerah lain maka untuk kali ini tidak berkesempatan untuk hadir, yang penting kita panitia sudah bersikap adil kita semua undang,” kata NH kemarin.
“Jadi pikiran beliau (para capres) itu yang kita harapkan dari dua substansi daripada tema seminar ini. Kami membentuk tim perumus yang nanti akan merumuskan hasil sarasehan dan hasilnya akan kami serahkan ke presiden terpilih,” ucapnya.
Menurut pandangan IKA UNM, kondisi sekarang sudah tidak sesuai Pancasila. Kemudian demokrasi dan ekonomi sudah menjadi kapitalis.
“Jadi tim perumus ini nanti bekerja tidak hanya pada saat sarasehan tapi selesai itu kita akan uji secara ilmiah dengan mengundang para pakar-pakar kemudian kita buat dalam bentuk sebuah hasil dengan rekomendasi,” tambahnya
Ketua Penyelenggara Prof Hasnawi Haris menuturkan bahwa kegiatan ini sudah siap untuk dilaksanakan. IKA UNM yang menawarkan tema sehingga capres dapat memotret dan membedah seperti apa konsepnya. Kegiatan ini dan bukan pemaparan visi misi ataupun debat.
“Kegiatan ini sama sekali tidak ada muatan politik,” tutur Prof Hasnawi.
Sebelumnya, para capres juga diundang adu gagasan pada Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Termasuk undangan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) saat menggelar rakernas di Kota Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan