SULSELONLINE.COM – Direktur Utama PSM Makassar, Sadikin Aksa, mengaku bertanggungjawab untuk membesarkan tim kebanggaan Sulsel, PSM Makassar.

Ia mengaku harus berutang kemana-mana dalam mengelola PT PSM, apalagi saat pandemi Covid-19 melanda 2019 lalu.

“Bayangkan bagaimana saya tidak pusing sebagai pemegang saham, kita (dilanda) Covid-19 kita berhenti 500 hari, berhenti Liga (1) pada saat itu, kita baru juara piala Indonesia 2019,” ucapnya kepada awak media, Rabu (20/12/2023).

Bahkan yang membuatnya semakin pusing mencari dana, saat PSM harus membayar denda puluhan miliar kepada FIFA akibat tunggakan gaji pemainnya.

“Untuk memulai kembali liga waktu sistem bubble, pindah-pindah. PSM dituntut oleh FIFA, PSM harus selesaikan Rp 16 miliar.

Dari mana uangnya, Sadikin Aksa yang berutang ke mana-mana,” ungkapnya.

Namun ia mengaku bersyukur karena PSM Makassar dicintai banyak orang sehingga ada yang membantu finansial tim Juku Eja. “Alhamduliilah lebih banyak yang mencintai PSM dari luar Sulawesi Selatan yang membantu saya, saya berusaha kok datang ke beberapa teman-teman,” tuturnya.

Saat itu, tutur Sadikin, bukannya tidak mau meminta tolong kepada keluarganya, terutama kepada Bosowa Corporation. Dia menyebut Bosowa merupakan korporasi Sulsel yang membantu memberikan sponsor dalam menjalankan operasional PT PSM.

“Pada saat saya bayar utang ada operasionalnya kok, nanti ke depan siapa yang mau bayar gaji bulanan, uang terbang, hotel, mess, latihan, saya berusaha dan alhamdulillah dapat,” ujarnya.

Meski saat ini PT PSM diterpa berbagai masalah, Sadikin Aksa berjanji terus berjuang agar tim kebanggaan warga Sulsel itu bisa bermain di liga tertinggi tanah air.

“Saya akan bertanggungjawab membesarkan PSM ke depan,” tandasnya.

Sadikin Aksa membantah isu terkait PSM Makassar bakal diakusisi oleh seorang pengusaha senilai Rp 605 miliar. Secara tegas, Sadikin menyatakan hal itu tidak benar.  “Siapa yang bilang PSM diakusisi? saya heran itu berita dari mana?,” ucapnya kepada awak media, Rabu (20/12/2023).

Namun, Sadikin mengaku bersyukur jika betul ada seorang pengusaha yang berniat membantu PSM Makassar dalam bentuk akuisisi saham.

“Kalau mau tanam saham silakan. Saya tidak pernah melarang. Tapi kan di PSM itu ada beberapa pemilik saham, harus ada rapat pemegang saham dulu sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.

Sadikin Aksa menjelaskan, sebagai pemilik saham terbesar, ia selalu terbuka jika ada pihak yang ingin membantu PSM Makassar. Namun sifatnya sebagai sponsor.

“Saya tidak pernah tertutup dengan pihak lain yang ingin membantu PSM. Kalau ada memang, Alhamdulillah. Berarti ada yang menghargai PSM Makassar Rp 600 miliar. Berarti total aset PSM ini Rp 1,2 triliun. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa PSM Makassar itu bukan milik Bosowa tapi milik Sadikin. Bosowa hanya sponsor, dan PSM sendiri kata dia sudah berbadan PT.

“Saya bilang, saya bukan tertutup bahwa PSM ini tidak ada orang lain bisa masuk. Kalau tidak ada yang bisa masuk, tidak masuk itu Honda. Tapi bedakan sponsor dan pemegang saham,” tandas dia.

Informasi PSM Makassar diakuisisi sebesar Rp 605 miliar viral di media sosial. Disebutkan dalam rumor yang viral di media sosial, 50 persen saham PT PSM Makassar akan dibeli oleh pengusaha sekaligus Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.(*)