SULSELONLINE.COM, MAKASSAR — Sejumlah tokoh nasional akan menghadiri peresmian penggunaan masjid yang dibangun dai Ustaz Dasad Latif (UDL).
Mereka yang akan hadir, di antaranya Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Pj. Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, S.I.K., M.H., Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr., Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E dan Bupati Gowa, Dr. Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H..
Haji Isam atau H. Samsuddin Andi Arsyad, H. Sudirman Andi Arsyad, H Timothy, H. Sudian Noor, dan H. GT. Ramdhani juga disebut akan hadir.
Masjid ini dibangun untuk mewujudkan rasa cintanya kepada sang ibunda. Masjid ini di beri nama ibunda tercinta, Masjid Hj. Sitti Mang.
Peresmian Masjid Hj. Sitti Mang berlangsung , Kamis (28/12/2023) besok.
Masjid tersebut merupakan masjid ketiga yang UDL bangun.
Sebelumnya Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini membangun masjid di Kompleks Graha Lestari tempat tinggalnya.
Kemudian pada tanggal 21 Desember 2019 ia meresmikan Masjid Bani Abdullatif, yang berlokasi di Desa Bungi, Kabupaten Pinrang, kampung halaman UDL.
Pemilik nama lengkap Dr H Dasad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D tersebut mengungkapkan bahwa Masjid Bani Abdullatif didirikan sebagai bentuk cinta Beliau kepada almarhum ayahnya. “Untuk penyejuk alam kubur almarhum Bapak saya,” ujar Ustaz Dasad Latif yang baru saja milad pada 21 Desember lalu.
Sementara yang terbaru, Masjid Hj. Sitti Mang di Jalan Jalur Lingkar Barat No.22, Tamalanrea, Kota Makassar merupakan masjid yang didirikan UDL untuk membahagiakan sang ibunda. Masjid tersbut dibangun di atas tanah berukuran 2.144 meter persegi.
“Di Masjid ini ada markas kader ulama. Saya didedikasikan untuk pengkaderan mubalig muda, sehingga lahir penerus dakwah khas Bugis-Makassar,” ujar Ustaz Dasad Latif.
UDL menjelaskan, markas kader ulama tersebut diharapkan bisa diterima oleh semua golongan. “Kepada orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi mubalig, saya dengan senang hati menghadirkan markas kader ulama ini,” tambah Ustaz Dasad Latif (UDL), pria yang gemar berpeci putih tersebut.
Menurut UDL, sumber dana pembangunan masjid adalah murni pribadi. “Sumber dana seluruhnya berasal dari saku hati yang saya terima dalam undangan dakwah baik dalam negeri maupun luar negeri. Dana seluruhnya murni dari kaum muslimin-muslimat yang mengundang saya dalam acara dakwah, juga rezeki yang Allah berikan melalui media sosial,” jelas Ustaz Dasad Latif.
Ustaz Dasad Latif mengatakan bahwa jamaah yang menonton dakwah-dakwahnya di media sosial, telah ikut membantu hadirnya rumah ibadah ini dan terwujudnya markas kader ulama.
“Saya dalam proses pembangunan masjid ini, tidak pernah membuka donasi. Akan tetapi, jika ada yang ingin membantu, saya hanya meminta mereka mengundang saya berdakwah dan saku hati yang saya terima menjadi bahan baku masjid ini,” ungkap Ustaz Dasad Latif.(*)

Tinggalkan Balasan