SULSELONLINE.COM – Mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bonyok dihajar ibu-ibu dan warga di jalan usai melakukan tindakan yang diduga adalah pelecehan seksual.
Mahasiswa berinisial M (22) itu diduga melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi berinisial DA (21) saat berkendara sepeda motor di Jalan Kera-kera, Kecamatan Tamalanrea, Rabu (21/2/2024) malam.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Devi Sujana mengatakan, saat itu korban sedang mengendarai motor seorang diri.
Lalu pelaku menyalip dan memepet korban untuk melakukan tindakan pelecehan. “Terlapor (M) kemudian menyalip pelapor (DA) dan terlapor langsung memegang bagian tubuh vital pelapor, menggunakan tangan kirinya dan setelah itu terlapor langsung melarikan diri,” ungkap Devi dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).
Tak terima tindakan pelaku, korban lalu mengejar dan menabrak motor korban hingga keduanya terjatuh. Warga sekitar yang melihat keributan itu segera mengamankan M. Dalam video yang beredar, sejumlah ibu-ibu yang berpakaian daster juga turut menghajar pelaku. Aksi warga dan ibu-ibu itu sempat terekam video dan viral di media sosial. Korban segera melapor ke polisi.
“Pada saat itu terlapor mengira pelapor merupakan temannya dan mengatakan memegang pundak kanannya. Namun pada saat terlapor melewati pelapor ternyata salah orang,” bebernya.
M diketahui merupakan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Pihak kampus menyerahkan kasus itu ke aparat kepolisian. “Iya betul itu informasinya, tapi sudah diserahkan petugas sekuriti ke Kepolisian, ditangani di Polrestabes sekarang,” katanya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Devi Sujana mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban berinisial DA (21).
Ia menjelaskan, dari keterangan korban. Saat itu masuk ke kampusnya untuk mengambil spanduk menggunakan motor.
Setelah perjalanan pulang, tiba-tiba terduga pelaku datang dari belakang mengendarai motor dan langsung menyentuh alat vi*al korban kemudian melarikan diri.
“Akan tetapi, korban mengejar dan berhasil menjatuhkan pelaku sehingga warga berdatangan dan mengamankan pelaku,” ungkapnya.
Namun demikian lanjut Devi, dari hasil introgasi, MS mengira sebelum kejadian tersebut wanita itu adalah temannya dan langsung mendatangi korban.
“Bahwa pelaku pada saat itu mengira korban merupakan temannya dan mengatakan memegang pundak kanan korban. Namun pada saat pelaku melewati korban ternyata pelaku salah orang,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan