SULSELONLINE.COM — Sebanyak 33 kampus di Indonesia diduga terseret kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui program kerja paruh waktu berkedok magang di Jerman.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Abdul Haris di Jakarta pada hari Rabu (27/3), mengungkapkan hal tersebut.

Katanya, program ferien job itu tak memenuhi kriteria kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami sedang melakukan kajian (sanksi) ini. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Kabareskrim dengan difasilitasi kantor Staf Presiden (KSP),” kata Abdul Haris dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, program MBKM sendiri merupakan upaya dari Kemendikbudristek untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas. Agar mampu memberikan pembekalan skill dan peningkatan kompetensi bagi para mahasiswa tersebut.

Harapannya, skill dan kompetensi yang didapatkan selama MBKM akan menunjang calon lulusan sarjana untuk siap bekerja.

“Jadi di situ jelas kata kuncinya, harus ada muatan pembelajaran dan peningkatan kompetensi,” terang Abdul Haris mengutip fajar.co.

Namun dalam kasus TPPO berkedok magang ke Jerman ini, ia bilang tidak ditemukan adanya muatan pembelajaran dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

Saat ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima tersangka, tiga orang di antaranya dikenakan wajib lapor.

Polisi, sampai saat ini merahasiakan daftar 33 perguruan tinggi yang memiliki program ferienjob.

”Semua akan diperiksa kalau terkait,’’ kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro dikutip dari JawaPos.

Meski begitu, sejumlah 41 perguruan tinggi di Indonesia tercatat sudah mengirimkan mahasiswanya ke dalam program magang di Jerman pada 2023.

Berikut Ini Daftar Kampus yang Diduga Terlibat TPPO Ferienjob ke Jerman:

  1. Universitas Binawan.
  2. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
  3. Universitas Hasanuddin (Unhas).
  4. Universitas Indonesia Timur (UIT).
  5. Universitas Haluoleo (Uho).
  6. Universitas PGRI Palembang.
  7. Universitas Jambi (Unja).
  8. Institut Teknologi Bandung (ITB).
  9. Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.
  10. Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali.
  11. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  12. Universitas Terbuka (UT).
  13. Universitas Tadulako (Untad).
  14. Universitas Fajar Makassar (Unifa).
  15. Universitas Pelita Harapan (UPH).
  16. Universitas Trisakti (Usakti).
  17. Universitas Atma Jaya.
  18. Universitas Bina Nusantara (Binus).
  19. Institut Kesehatan (Inkes) Deli Husada.
  20. Inkes Medistra.
  21. Universitas Nias Raya (Uniraya).
  22. Inkes Lubuk Pakam.
  23. Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
  24. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.
  25. Universitas Sebelas Maret (UNS).
  26. Bright Education International Bandung.
  27. Universitas Merdeka (Unmer) Madiun.
  28. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani.
  29. Universitas Hindu Indonesia (Unhi).
  30. Universitas Lampung (Unila).
  31. UIN Salatiga.
  32. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
  33. Universitas Fajar (Unifa).
  34. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
  35. Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
  36. UKI Paulus.
  37. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
  38. Universitas Muhammadiyah Buton.
  39. Universitas Negeri Makassar (UNM).
  40. Universitas Negeri Semarang (Unnes).
  41. Universitas Sanata Dharma (USD).

Di antara 41 kampus itu, beberapa di antaranya berkedudukan di Makassar.

Di antaranya adalah Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Alauddin, Universitas Indonesia Timur, Universitas Fajar, dan UKI Paulus.

Juga Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Negeri Makassar.
(Arya/Fajar)